“Para Venerabilis Oblat”

Kita sungguh patut bersyukur atas keluarga religius kita Kongregasi Oblat Maria Imakulata yang telah berdiri lebih dari 200 tahun sehingga di tahun 2020 ini, kita masih mendapatkan kepercayaan dari Allah melalui Gereja Kudus-Nya untuk berkarya bagi orang miskin dan tak terlayani. Terlebih lagi kita juga patut bersyukur atas teladan para pendahulu kita yang telah berkarya melayani yang tak terlayani sampai ke ujung dunia. Di antara para pendahulu, kita dikaruniai orang-orang kudus yang berasal dari kongregasi kita. Kita seringkali menyebut nama mereka di dalam doa Salve Regina sesudah makan malam maupun dalam doa-doa pertemuan resmi lainnya. Di dalam doa-doa itu kita menyebut Santo Eugenius de Mazenod, pendiri kita; ada pula Beato Joseph Gerard, Beato Joseph Cebula, Para Martir Oblat Spanyol, Para Martir Oblat Laos, para hamba Allah Oblat, dan para pendahulu misi Indonesia.

Dalam keluarga religius kita juga ada beberapa hamba Allah yang telah patut disebut “Venerabilis”. Siapakah venerabilis itu? Venerabilis adalah sebutan bagi tahap menuju kanonisasi sesudah seseorang mendapat sebutan Hamba Allah. Kisah hidup para Hamba Allah dipelajari secara intensif dan dicari pembuktian oleh para sejarawan Vatikan dan para teolog, Kongregasi Untuk Pengajuan Kandidiat Para Kudus[1] akan memberi rekomendasi agar Tahta Suci menetapkan bahwa Hamba Allah tersebut memiliki keutamaan iman, harapan dan kasih. Ketika sudah ditetapkan sebagai Hamba Allah yang memiliki keutamaan tersebut, maka hamba Allah tersebut mendapat julukan sebagai “Venerabilis”. Venerabilis tetap tidak memiliki hari pesta atau peringatan khusus, juga belum diperkenankan dijadikan nama Gereja tertentu. Apabila di waktu kemudian ada mukjizat terjadi melalui perantaraan doa seorang venerabilis dan dilakukan pembuktian yang seksama, venerabilis tersebut layak mendapat julukan beato.[2] Venerabilis Oblat sampai saat ini antara lain Ven. Charles Dominic Albini, Ven. Vitalis Grandin, Ven. Anthony Kowalczyk, dan Ven. Ovide Charlebois.

Fr. Henrikus Prasojo, OMI

Fr. TOPer Yuniorat OMI Beato Mario Borzaga OMI


[1] Congregation for the Causes of the Saints.

[2] OMI General Postulation Offic;e tersedia dari https://www.omiworld.org/our-charism/our-saints/postulation-office/process-of-canonization/

Sejenak Mengenal Para Venerabilis Oblat

Venerabilis Vitalis Grandin

Lahir di Mayenne, Prancis pada 8 Februari 1829, Vitalis Justin Grandin dilahirkan dari sebuah keluarga miskin. Sejak berumur 7 tahun Vitalis Grandin sudah merasakan hasrat dari dalam hatinya untuk menjadi seorang imam. Dengan bantuan dari banyak orang, ia dapat mewujudkan mimpi tersebut. Tahun 1846, ia bergabung dengan Seminari Precigne, dan pada tahun 1850 ia melanjutkan ke Seminari Tinggi di Le Mans. Dengan adanya rasa penasaran untuk melaksanakan misi-misi asing, ia bergabung dengan Kongregasi Oblat Maria Imakulata pada 28 Desember 1851. Pada 23 April 1854, ia ditahbiskan menjadi imam melalui tangan Mgr. Eugenius de Mazenod, pendiri para Oblat. Setelah menjadi imam ia ditugaskan di bagian Barat Kanada. Di sana ia memfokuskan diri dan pelayanannya untuk pertobatan orang-orang asli dan juga para penghuni padang rumput. Pada 30 November 1859 ia ditahbiskan menjadi Uskup melalui tangan Santo Eugenius de Mazenod. Setelah ditahbiskan menjadi uskup ia melanjutkan pelayanannya di Barat Kanada. Berturut-turut ia melakukan pelayanan mulai dari Lie a’-la-Crosee, Mackenzie, Fort Providence, Fort Liard, Fort Norman, Fort Good Hope, Fort Rae, dan Fort Simpson. Melewati masa-masa sulit dan bahaya, ia terus menerus melakukan perjalanan melewati padang rerumputan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Ia berusaha melewati itu semua dengan penuh keberanian dan cinta yang besar bagi orang-orang yang dipercayakan kepadanya.  Ia dikenal sebagai “Uskup Lusuh” karena kemiskinan dan aneka penderitaan yang ia hidupi. Pada tahun 1869 ia melayani di Saint Albert dan bekerja bagi orang orang Cree dan Blackfoot. Pada 22 September 1871 ia diangkat menjadi Uskup di Saint Albert. Ladang misinya pada waktu itu diwarnai dengan kemiskinan dan kesulitan. Ia wafat pada 3 Juni 1902 di Saint Albert.[1]


[1] Diterjemahkan bebas dari https://www.omiworld.org/our-charism/our-saints/oblate-causes/venerable-vital-grandin-1829-1902/history-of-the-cause/

Venerabilis Charles Dominic Albini

Carlo Domenico Albini lahir pada 26 November 1790 di Mentone, Prancis (dulunya wilayah Italia). Oktober 1810 ia bergabung dengan Seminari Tinggi di Nice, dan ia ditahbiskan pada tahun 1814. Pelayanan pertamanya adalah di Paroki Mentone, tempat ia berasal. Perjumpaannya pertama kali dengan Eugenius de Mazenod adalah pada Juli 1824 ketika ia sedang memimpin sebuah retret bagi para ex-narapidana. Pastor Albini terkesan dengan kasih persaudaraan dan juga semangat apostolik yang dimiliki Eugenius de Mazenod. Pada akhir retret, ia memutuskan untuk bergabung dengan para Misionaris Provence (Cikal Bakal OMI). Di bulan yang sama, ia memasuki masa Novisiat. Tahun-tahun berikutnya ia melayani sebagai misionaris keliling, dan juga sebagai pengajar di Skolastikat Oblat di Aix. Pada 1825 ia yang dipercaya untuk menerjemahkan Konstitusi dan Aturan Kongregasi ke dalam bahasa latin sebelum dipresentasikan kepada Tahta Suci untuk disahkan. Pastor Albinilah yang mendorong dan meyakinkan Eugenius de Mazenod agar meminta pengesahan resmi dari Tahta Suci di Roma. 1827 Pastor Albini ditunjuk untuk mengajar teologi moral di Seminari Tinggi Maresilles. Selain itu, ia juga melakukan pelayanan bagi para imigran Italia yang ada di sana, dan Pastor Albini melaksanakan tugasnya dengan dedikasi yang tinggi.

Pada tahun 1834, para Oblat mendirikan komunitas di Corsica untuk mengambil alih Seminari Tinggi Ajaccio dan juga berkhotbah di misi-misi paroki di seluruh pulau itu. Ia mendapat tugas untuk menjadi pengajar di Seminari Tinggi itu, sembari juga melakukan pelayanan-pelayanan untuk berkhotbah. Yang terkenal dari Pastor Albini adalah khotbah-khotbahnya, mengajarkan doktrin-doktrin Gereja, dan ia selalu berusaha untuk agar pengajarannya itu dapat dimengerti oleh orang-orang dan sebagai konsekuensinya ia menggunakan bahasa yang sederhana dan jelas. Kepribadian yang dimiliki oleh Pastor Albini membuatnya dikenal sebagai orang yang memiliki kemampuan untuk mengatasi aneka perseturuan di antara keluarga-keluarga dan klan yang ada di sekitar pelayanannya. Kondisi hidup orang-orang itu sangat jauh dari kata “mudah”. Di tahun 1837 ia berkhotbah pada sebuah retret rohani bagi para imam diosesan. Tahun 1838 ia menderita sakit keras dan 20 Mei 1839 ia wafat. Kematiannya menjadi sebuah kehilangan besar bagi umat yang ditinggalkan. Umat menangisi kepergiannya dan mulai memandang ia sebagai seorang Santo. Oleh umat di Corsica ia dikenal sebagai seorang “Rasul Corsica”.

Venerabilis Anthony Kowalczyk

Bruder Antony Kowalczyk lahir di Dzierzanow, Polandia pada 4 Juni 1866. Ia dibesarkan di daerah Silesia Polandia. Anthony adalah anak keenam dari 12 bersaudara, dan ia dilatih pandai besi sejak kecil agar dengan kemampuan itu ia mampu mencari pekerjaan di daerah dekat German. Memasuki usia bekerja pada 1886, Anthony pergi ke pabrik besi di Hamburg German. Situasinya sulit, dan ia diprovokasi oleh teman-temannya yang immoral. Setelah itu ia pindah ke Cologne, bagian Barat Jerman, daerah yang lebih katolik. Pada kedatangannya di tempat tersebut ia berdoa sebanyak dua kali di makam beato Adolph Kolping (181501865), pendiri asosiasi pekerja Katolik. Di bagian pinggir kota, ia menemukan apa yang ia rindukan yaitu sebuah keluarga katolik yang mau menerima dia. Keluarga Prummenbaum tidak hanya menyediakan penginapan tetapi juga teladan kebenaran hidup, dan juga memberi pencerahan kepada Anthony, dan atas pengalaman ini ia merasa sangat berterima kasih kepada mereka di sisa hidupnya. Dalam lingkungan iman yang baik, Ny. Prummenbaum bertanya kepada Anthony, “Maukah kamu menjadi seorang misionaris?” Kemudian Ny. Prummenbaum menemani Anthony berkunjung ke pusat misi Oblat Maria Imakulata di Belanda. Pada 1 Oktober 1891 ia bergabung dengan Novisiat OMI di St. Gerlach, Belanda, dan mengucapkan kaul pertamanya pada 2 Oktober 1892. Setelah kaulnya ia berkarya di Yuniorat di St. Charles of Valkenburg, Belanda. Yang ia lakukan amat sangat baik, tapi dari waktu-ke waktu, ia mengungkapkan kepada superiornya bahwa ia sangat ingin menjadi seorang misionaris. Dalam waktu yang singkat, Anthony dikirim ke misi di Canada bagian Barat Daya.

Ia berkarya pertama kali di Alberta, 200 Km ke Utara dari Edmonton, dimana para Oblat mendirikan sekolah bagi kaum muda, dan ia mulai berkarya di tengah-tengah orang Cree dan Metis. Setelah 1897, ia bekerja di sebuah pembangunan sekolah di Saddle Lake. Di sanalah Buder Anthony memenuhi pekerjaan sebagai seorang mekanik, supir, pembawa barang, dan juga tukang kebun. Di sana ada sebuah bengkel kerja yang dilengkapi dengan mesin uap sebagai tenaga pembangkit bagi pemotongan kayu yang menyedikan kayu untuk misi-misi di bagian terjauh utara. Setelah bekerja selama setahun, pada 15 Juli 1897, sebuah kecelakaan yang serius menimpa dirinya dan mengharuskan Anthony untuk mengamputasi lengan kanannya. Bruder Anthony segera pulih dan kembali bekerja dengan sebuah tangan buatan yang terbuat dari kulit dan juga sebuah pengait besi. Di tahun yang sama di kemudian hari ia dikirim ke misi Saint-Paul di Alberta. Ia mengikrarkan kaul kekalnya di St. Albert, Alberta pada 17 januari 1899.

            Selama tahun tersebut, Kolose Santo Yohanes dibuka di Edmonton untuk mendidik para misionaris masa depan. Anthoniy menghabiskan masa-masa sejak 1911 sampai akhir hidupnya di tempat itu. Selain pekerjaan tangan, ia merupakan seorang pribadi yang layak untuk menjadi teladan hidup religius, kerendahan hati, totalitas dan dedikasi penuh cintanya untuk melayani, bahkan di atas itu semua, ia amat tekun mencari Allah dalam hidupnya. Ia selalu menyediakan dirinya bagi orang muda yang meminta doa ataupun peneguhan darinya; sukacitanya yang terbesar adalah untuk melihat kaum muda berkembang dan bertekun. Ketiga tugas-tugasnya menjadi kian sulit, ia akan berlutut untuk mendoakan doa Salam Maria. Ketika para pelajar meminta dia untuk berdoa bagi mereka pada masa ujian, ia akan meminta mereka untuk mendoakan doa Salam Maria. Dari peristiwa itulah, Bruder Anthoniy dikenal oleh para pelajar sebagai “Bruder Ave”

Bruder Anthony meninggal pada 10 Juli 1947 di Saint Albert Canada di usianya yang ke 81. Namanya, bahkan kenangan-kenangan akan dia tidak hilang dari ribuan orang yang berdoa baginya di makamnya. Ia dimakamkan di Pemakaman Oblat di St. Albert.

Venerabilis Ovide Charlebois

Mgr. Ovide Charlebois lahir di Oka, Quebec, Canda pada 17 Februari 1862. Ia menerima pendidikan di Kolese L’Assomption (Quebec) dan Kolese Ottawa. Setelah tahun 1883 bergabung dengan Kongregasi Oblat Maria Imakulata, ia menerima tahbisan sebagai Imam pada 17 Juli 1887. Setelah ditahbiskan ia diutus untuk menjalankan misi di Canada bagian Barat dimana ia mendedikasikan sisa tahun itu untuk berkarya di tengah penduduk asli yang tinggal di daerah tersebut.

Selama 16 tahun, Pastor Charlebois tinggal sendirian di unit misi St. Joseph di Fort Cumberland, bagian utara Sasketchewan di Keuskupan Saint Albert. Ia berkarya di tengah-tengah umat yang berasal dari First Nation (Kelompok adat yang diakui secara administratif oleh pemerintahan federal). Pada tahun 1900, ia bertanggung jawab pula untuk tugas administrasi di unit misi sekitarnya, termasuk The Pas, Manitoba, dan bagian paling hilir dari Sungai Saskatchewan. Pada tahun 1903, ia pergi ke Sekolah Industri di Duck Lake, Sasketchewan dimana ia membuat fasilitas yang bermasalah finansial menjadi sebuah fasilitas yang lebih kokoh dalam bidang ekonomi.

Ditunjuk sebagai Vikaris Apostolik Keewatin di Manitoba, Ovide Charlebois menerima tahbisan Episkopal (Tahbisan Uskup) untuk wilayah Kegembalaan Tituler Berenice pada 30 November, 1910. Ia diangkat secara resmi pada 7 Maret 1911, dan tinggal di The Pas yang mnajadi tempat tinggalnya seumur hidup.

Setelah menjalani hidup secara relative stabil selama 20 tahun, Mgr. Charlebois melakukan perjalanan pastoral menggunakan Canoe[1] atau Kereta yang ditarik oleh anjing.  Dari halaman-halaman jurnalnya dapat kita saksiksan kesulitan-kesulitan yang ia alami selama menjalani perjalanan pastoralnya di tahun 1911 itu. Ia menulis, “Saya menelusuri perjalanan sejauh 2000 mil (3200km) dengan canoe dan 50 miles (80 Km) dengan berjalan kaki melalui hutan-hutan. Saya tidur di tanah sebanyak 60 kali di bawah tenda kecil yang juga seringkali menjadi tempat saya merayakan Ekaristi. Saya mengunjungi 14 unit misi, yang jumlahnya kira-kira 4500 umat Katolik. Enam dari unit misi ini belum pernah dikunjungi oleh seorang Uskup. Saya memberikan Sakramen Penguatan bagi 1100 orang dari suku Amerandians yang meneguhkan saya lewat disposisi batin mereka yang baik.” Ia melakukan perjalanan semacam itu sebanyak sepuluh kali.

Mgr. Charlebois juga mengorganisir Misi Gereja Roma di Gereja Teluk Hudson. Ada sebuah kisah menarik tentang karya tersebut. Selain kegiatan misionernya, Mgr. Charlebois mendorong proses penobatan St. Theresia dari Lisieux sebagai pelindung para misi oleh Paus Pius XI pada 14 Desember, 1927. Antara tahun 1912 dan 1916 para oblat yang berkarya di teluk Hudson tidak berhasil. Unit misi tersebut akan ditutup. Pada 2 Juli 1917, Pastor Arsène Turquetil OMI (1876-1955) bersukacita karena membaptis orang dari suku Inuit yang pertama di wilayah Teluk Hudson melalui perantaraan doa St. Theresa of Lisieux. Tadinya sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak menutup uni misi tersebut, namun ST. Theresa menyelamatkannya.

Mgr. Charlebois sangat terkesan sehingga ia mengirimkan ke Roma sebuah permintaan yang ditandatangani oleh 226 Uskup misionaris di seluruh dunia, agar St. Theresa dari Kanak-Kanak Yesus dinobatkan menjadi pelindung segenap misi di dunia. Pada tahun 1927, Paus Pius XI merespon permintaan ini dengan sukacita.

Sebagai seorang uskup, ia mengorganisir keuskupannya dengan penuh kesabaran dan keberanian, sampai ia wafat di The Pas di usia 71 tahun pada 20 November 1933, akibat kedinginan sewaktu melakukan perjalanan ke sebuah komunitas di daerah Selatan Kota,  dengan kereta Anjingnya. Ia dimakamkan di sebuah pemakaman Katolik sederhana di The Pas menghadap ke arah Sungai Saskatchewan. Jenazahnya dipindahkan ke Katedral Hati Bunda Maria yang Terkudus pada 1955.


[1] Transportasi tradisional berbentuk kapal.