St Eugene de Mazenod

"Jadikanlah mereka manusiawi, kemudian kristiani dan akhirnya orang-orang suci"

MARIA DI HATI PARA OBLAT DAN GEREJA

Oleh : Fr. Frans Yulianto, OMI (sedang menjalani masa studi di Fakultas Teologi Wedabhakti semester IV) “….Kita akan selalu memandang Maria sebagai Ibu kita. Dalam kedekatan yang mendalam dengan Maria, Bunda Belaskasih, kita menghayati penderitaan dan kegembiraan misionaris…..”  Konstitusi OMI No.10 Sebagaimana kita ketahui Bunda Maria sangat dihormati dalam Gereja Katolik. Setidaknya ada 117 gelar

BORSHOVIE TEAM (BORZAGA SHORT MOVIE)

https://www.youtube.com/watch?v=OLgSWNskTJ8 Pewartaan digital sudah bukan lagi sesuatu yang bisa ditawar-tawar. Terlebih, di masa pandemi seperti ini, kontak langsung bersama umat dirasa tidak memungkinkan karena kita semua diminta untuk menjaga jarak dan tidak berkerumun. Pandemi Covid-19 memaksa banyak biarawan-biarawati untuk hadir di media digital untuk menyapa dan meneguhkan umat. Tidak ketinggalan, komunitas Seminari Menengah Beato Mario

SURAT PASTOR JENDERAL OMI PADA HUT 195 PENGESAHAN KONSTITUSI DAN ATURAN KONGREGASI

Paus Leo XII secara resmi menyetujui Konstitusi dan Aturan kita pada tanggal 17 Februari 1826. Sampai hari ini, Konstitusi dan Aturan kita telah direvisi dan diadaptasi selama 195 tahun; dan tetap menjadi “sarana istimewa bagi setiap Oblat untuk mengikuti jejak Yesus Kristus” (Konst.163). Kata Pengantar Konstitusi dan Aturan mengungkapkan visi yang berkobar di dalam hati

Bunda Maria dari Pontmain

Oleh: R. Bintang Taruna, OMI Bunda Maria di Pontmain (Perancis) dikenal sebagai Bunda Pemberi Harapan karena menampakan diri pada saat kemelut perang antara Perancis dan Prusia tahun 1870 – 1871. Penampakan di Pontmain adalah tanda bagi dunia bahwa umat beriman yang memiliki pengabdian khusus kepada Maria, akan dilindungi selama masa kesusahan.  Peristiwa ini juga menjadi