NGONTHEL GOWES REKREASI KE BLUE LAGOON…

Oleh: Rm. Antonius Widiatmoko, OMI (Rektor Skolastikat OMI Indonesia)

The Blue Lagoon, Sleman, Ngayogjakarto

Condongcatur Yogyakarta, Kamis 04 Maret 2021. Suasana komunitas pranovisiat OMI Beato Joseph Cebula pagi ini terasa berbeda. Kalo Kamis begini, biasanya para pranovis misanya sore, tapi kali ini misanya pagi hari. Sebenarnya sudah sejak kemarin terasa auranya: antusias dan sukacita. Begitulah yang dirasakan. Mengapa? Hari ini mereka akan gowes alias ngonthel REKREASI ke Blue Lagoon Sleman, untuk menandai berakhirnya masa orientasi Pranovisiat OMI selama 6 bulan pertama. Dari Wisma de Mazenod – Condongcatur, kurang lebih 7 km jaraknya ke sana. Lumayan…

Ke Blue Lagoon itulah para Pranovis OMI mengayuhkan sepeda onthel mereka

Siapa tidak suka dengan rekreasi, apalagi di tengah kejenuhan masa pandemi covid-19 ini. Tentu protokol kesehatan tetap tidak boleh diabaikan, demi kebaikan bersama. Namun tahukah bahwa rekreasi tidak hanya berarti bersenang-senang saja?

Makna Terdalam Rekreasi

Dalam pengertian terdalamnya, rekreasi malah berarti pertobatan atau pembaruan diri. Kok bisa? Dari etimologinya, rekreasi berasal dari dua kata re dan kreasi. Re berarti kembali. Kreasi, creation berarti penciptaan. Sewaktu Allah menciptakan dunia seisinya, tiap-tiap kali dinyatakan oleh Allah sendiri bahwa semuanya baik adanya (bdk. Kejadian 1-2). Terutama saat menciptakan manusia, Allah menyatakan bahwa manusia ini akan menjadi citraNya sendiri. Manusia adalah citra Allah, artinya manusia merupakan gambaran dari kehadiran Allah itu sendiri yang suci, kudus. Namun kondisi suci hidup manusia ini telah rusak akibat dosa yang diperbuat manusia. Karena dosa, manusia tidak lagi dapat menampilkan jatidiri mereka sebagai citra Allah.

Memantulkan gemerlapnya sinar matahari

Memantulkan Wajah Allah

Rekreasi atau “Penciptaan Kembali” mengembalikan martabat manusia sebagai citra Allah. Rekreasi mengajak manusia untuk meninggalkan cara hidup lama dan ganti mengambil cara hidup baru yang lebih diwarnai oleh rahmat Allah. Hidup dalam kekudusan. Kembali hidup suci. Bukankah dengan demikian rekreasi sama artinya dengan segala upaya pertobatan, dan sekaligus juga berarti segala upaya pembaruan diri sedemikian rupa sehingga harta kekayaan ilahi yakni kehidupan kekal itu dapat tertampung dalam ‘wadag’ manusia yang fana dan sementara ini. Demikianlah, hidup yang diperbarui terus-menerus itu memberikan kekuatan dan kesegaran baru. Kesucian kasih Allah yang tanpa batas itu terpantul dan tercermin dalam hidup manusia, ciptaanNya.

Pancuran Blue Lagoon

Selamat rekreasi para Oblat muda ! Kayuhlah sepedamu. Timbalah kesegaran baru dari pengalaman hari ini. Dan semoga tiap-tiap kali mendengar kata rekreasi, mengatur jadual dan memilih tanggal untuk ber-rekreasi, serta menikmati rekreasi itu, akan selalu teringat juga panggilan Tuhan atas kita semua yakni panggilan pertobatan dan pembaruan diri terus-menerus. Semoga semua selamat dan sejahtera. Tuhan memberkati.

Terpujilah Yesus Kristus dan Maria Imakulata.