NATALAN PRANOVISIAT OMI

Perayaan Malam Natal gabungan tiga komunitas formasi OMI (Pranovisiat, Novisiat, dan Skolastikat) telah usai diselenggarakan, namun gemanya masih terasa di dalam lingkungan komunitas Pranovisiat. Pada tanggal 25 Desember 2020, komunitas Pranovisiat mengadakan acara natalan bersama. Acara yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh mereka ini terbagi menjadi dua bagian yakni pada pagi dan sore hari. 

Pada pagi hari, komunitas Pranovisiat merayakan Perayaan Ekaristi Natal Siang bersama. Ekaristi yang dimulai pukul delapan pagi ini dipimpin oleh Romo Yuli, OMI. Ada yang berbeda dari Perayaan Ekaristi ini di mana mereka semua yang hadir mengenakan atribut natal berupa topi Natal. Dalam khotbahnya, Romo Yuli memberikan sebuah video singkat tentang semangat Natal. Dalam video itu disampaikan sebuah pesan bahwa semangat natal yang sesungguhnya bukanlah apa yang seseorang terima dari orang lain namun apa yang seseorang berikan untuk orang lain. Setelah merayakan Perayaan Ekaristi, mereka pun melanjutkan acara dengan sarapan bersama. Sukacita dan kebersamaan Natal tidak lah berhenti sampai sarapan itu saja.

Pada sore harinya, mereka pun melanjutkan dinamika natal dengan beberapa acara kebersamaan. Acara sore tersebut dimulai dengan ibadat kreatif natal yang dipimpin oleh salah seorang Pranovis. Dalam ibadat itu, mereka merenungkan mengenai cinta kasih di dalam keluarga dengan belajar dari teladan Keluarga Kudus Nazaret. Setelah ibadat itu, mereka pun melanjutkan dinamika dengan bermain beberapa game yang semakin menambah suasana dan sukacita natal dalam komunitas Pranovisiat. Permainantersebut pun semakin membuat mereka mengenal satu sama lain sebagai sebuah keluarga.

Acara utama dalam dinamika natal sore itu adalah kegiatan Tukar Kado. Sebulan sebelum diadakannya dinamika ini, mereka telah melakukan pengundian untuk menentukan kepada siapa mereka akan memberikan kado natal tersebut. Setelah melakukan pengundian, mereka merahasiakan tentang penerima kado itu. Berbeda dengan tukar kado pada umumnya dimana kado tersebut berisikan barang-barang yang harus dibeli terlebih dahulu, dalam kegiatan tukar kado ini mereka memberikan hadiah yang berasal dari hasil tangan mereka sendiri atau juga dari apa yang telah mereka miliki sebelumnya. Waktu sebulan yang diberikan kepada mereka tersebut digunakan untuk mempersiapkan kado itu. Tentunya kado yang diberikan tidak hanya asal dibuat dan diberikan saja. Setiap orang mempunyai makna tersendiri di balik kado yang mereka berikan dan menyampaikan makna tersebut ketika kegiatan Tukar Kado dilaksanakan. 

Segala rangkaian dinamika natal itu pun diakhiri dengan makan malam dan doa malam singkat bersama. Sukacita dan kebersamaan Natal dari seluruh rangkaian dinamika Natal tersebut sangat lah terpancar dari wajah-wajah para anggota komunitas. Dinamika Natal ini pun membawa harapan akan Natal itu sendiri dalam kehidupan masing-masing anggota komunitas. Merry Christmas.  

Nicolas DENY Gemelli Putra Almaishya / Pranovis OMI