MISA KOMUNITAS NOVISIAT

Misa Komunitas Novisiat OMI Beato Joseph Gerard

“Betapapun juga tuntutan-tuntutan pelayanan, salah satu saat yang paling kuat-mendalam dalam hidup suatu komunitas apostolik adalah saat berdoa bersama: berkumpul di hadirat Tuhan. Bersatu dalam Roh dengan mereka yang tidak hadir, komunitas menghadapNya untuk menyanyikan lagu-lagu pujian, mencari kehendakNya dan memohon kepadaNya kekuatan untuk mengabdiNya secara lebih baik.”

Konstitusi OMI No. 40

Komunitas Novisiat OMI Blotan Yogyakarta menjadikan hari Kamis setiap minggu adalah hari komunitas. Pada hari Kamis mereka selalu mengadakan misa bersama atau sering disebut miskom (Misa Komunitas). Miskom biasa dilaksanakan pada sore hari. Sebelum miskom dimulai, biasanya mereka mendaraskan Rosario dua peristiwa secara bersama, lalu dilanjutkan perayaan Ekaristi. Ekaristi biasanya diawali dengan ekspresi dari para Novis berdasarkan bacaan Injil hari itu. 

Pada misa komunitas Kamis 14 Januari 2021 para Novis (Nov. Yere, Nov. Rimlon dan Nov. Alfon) sebagai kelompok liturgi mengabil tema: “Yesus Sang Penyembuh”. Perayaan Ekaristi dimulai pukul 18.30 yang diawali dengan mendaraskan Rosario. Yang hadir dalam misa komunitas yaitu anggota komunitas Novisiat: Rm. Heru sebagai selebran utama dan Rm. Rukmono (Magister) sebagai konselebrannya, lalu Br. Jack Juang yang merupakan staf Novisiat serta para Novis – Br. Nov. Vian, Fr. Nov. Ajun, Fr. Nov. Guindo, Fr. Nov. Rimlon, Fr. Nov. Alfon Dan Fr. Nov. Alfon.

Menimba Kesegaran Baru dari Oase Rohani

Ekaristi merupakan sumber dan puncak kehidupan Gereja. Dengan demikian, Ekaristi dihayati oleh para Oblat sebagai pusat hidup dan tindakan mereka, sehingga mereka pun dapat merayakan Ekaristi dengan pantas setiap hari. Pada saat mereka mengambil bagian dalam Ekaristi, mereka dapat membawa seluruh keberadaan diri mereka, mempersembahkan diri bersama Kristus Penyelamat: “para Oblat akan diperbaharui dalam misteri kerja sama dengan Kristus, mempererat ikatan-ikatan komunitas apostolik dan memperluas cakrawala semangat mereka meliputi seluruh dunia”. Sebagai rasa syukur atas anugerah Ekaristi para Oblat selalu mengunjungi Tuhan yang hadir dalam sakramen Ekaristi. Kehidupan para Oblat dan calon Oblat yang dipersatukan dalam Ekaristi seperti ini berdasarkan Konstitusi OMI no. 33 yang menjelaskan tentang “sumber-sumber rohani”.

Tradisi misa komunitas di dalam kehidupan Oblat bertujuan untuk menyatukan para Oblat dan juga calon Oblat. Karena tugas dan pelayanan yang berbeda kadang para Oblat tidak dapat hadir untuk merayakan Ekaristi secara bersama-sama. Hal ini dikarenakan tugas pelayanan yang berbeda-beda sehingga dijadwalkan satu hari dalam seminggu untuk menyatukan semua anggota komunitas dalam misa komunitas.

Bro. Jack Juang, OMI