Kharisma OMI

KHARISMA OMI

Setiap kongregasi religius mempunyai ciri khas ‘kharisma’ atau ‘tradisi’. Tradisi tersebut adalah cara hidup, visi dan filosofi yang diwariskan oleh Bapa Pendiri.  Kharisma OMI berawal dari pengalaman komunitas Oblat perdana yang diwariskan oleh Bapa Pendiri. St. Eugenius de Mazenod sebagai Bapa Pendiri Kongregasi OMI mewariskan kharisma sebagai berikut.

YESUS KRISTUS & KABAR GEMBIRA

Eugenius mengalami kasih Allah dinyatakan dalam YESUS KRISTUS yang tersalib. Para Oblat terinspirasi oleh Bapa Pendiri, menyadari kerahiman Tuhan Yesus dalam hidup, sehingga terdorong untuk mewartakan Kabar Gembira. Para Oblat mewartakan KABAR GEMBIRA melalui cara hidup agar Yesus Kristus semakin dikenal  oleh banyak orang.

CINTA KEPADA GEREJA DAN ORANG MISKIN

Eugenius merasa tergerak untuk menyalakan api iman GEREJA yang sedang sekarat, khususnya menolong orang-orang MISKIN pada zamannya. Salah satu ciri khas bila berjumpa dengan Oblat adalah kedekatannya dengan setiap orang.

KOMUNITAS

Para Oblat hidup berKOMUNITAS, saling memberi, menguatkan dalam iman, dan saling memperkaya melalui perjumpaan bersama Tuhan yang hidup dan berkarya di tengah-tengah dunia.

 MISIONARIS

Kami, para Oblat adalah MISIONARIS. Paus Pius XI menyebut kami sebagai, “Spesialis misi sulit”. Kami ingin mendedikasikan hidup kepada mereka yang tidak mengenal Yesus Kristus, atau yang melupakan Tuhan dalam hidup. Kami melayani di manapun hingga ke batas-batas dunia, berjumpa dan hidup bersama mereka yang membutuhkan jalan kekudusan.

Kami adalah “OBLAT”, artinya orang yang mempersembahkan diri tanpa syarat kepada Tuhan, demi karya misi-Nya yang dipercayakan kepada kami. “HIDUP BAKTI”adalah salah satu cara menghidupi pemberian diri kami.

MARIA IMAKULATA

Kami adalah Misionaris Oblat  MARIA IMAKULATA. Dia adalah Model, Pelindung, sekaligus Bunda kami. Maria yang terbuka pada bimbingan Roh Kudus mempersembahkan dirinya secara total sebagai hamba yang rendah hati kepada pribadi dan karya Sang Penyelamat.  Dalam diri Maria, kita melihat contoh iman Gereja dan iman kita sendiri.

Kami para Oblat akan selalu memandang Maria sebagai Ibu kami . Dalam kedekatan yang mendalam dengan Maria, Bunda Belaskasih, kami menghayati penderitaan dan kegembiraan misionaris.

Oblat Madona

Menurut tradisi lisan, 15 Agustus 1822, patung Maria yang diberkati saat itu di kapel AIX, membuka matanya dan menganggukan kepaanya sedikit ke arah Sang Pendiri saat berdoa. Satu-satunya saksi peristiwa ini ditemukan dalam sebuah surat pada hari yang sama kepada Pastor Tempier oleh Pastor de Mazenod. Tahun 1903, patung Perawan yang tersenyum dibawa ke kapel Generalat OMI.