Keuskupan Agung Jakarta

PAROKI TRINITAS, CENGKARENG

Karya utama OMI di Keuskupan Agung Jakarta meliputi karya penggembalaan di Paroki Trinitas Cengkareng (1971- sekarang) dan Paroki Kalvari, Pondok Gede (1995 – 2007). Berikut disajikan secara singkat kedua paroki tersebut.

Periode 1971-1993

  • 1971
    Di awal tahun 1971, Mgr. Leo Soekoto, SJ, Uskup Agung Jakarta, menyerahkan Stasi Cengkareng dan Stasi Kapuk kepada Paroki Tangerang. Saat itu, Paroki Tangerang me­mang mempunyai banyak stasi, mengingat rentang wilayah pelayanannya yang meliputi Ciledug, Tigaraksa, Serpong, Tanjung Pasir/Tanjung Kait. Sebelum Romo Anton Mulder, SJ yang mengepalai Paroki Tangerang diserahi tugas tersebut, kegiatan penggembalaan umat di wilayah kedua stasi itu masih dilaksanakan oleh Romo H. Kem­per, MSC dari Paroki Grogol untuk Stasi Cengkareng dan Romo S. Sutopanitro, Pr untuk Stasi Kapuk.
  • 1972
    Pada bulan Mei, Keuskupan Agung Ja­karta membeli sebidang tanah di Cengkareng seluas 4.610 m2 untuk dijadikan se­kolah. De­ngan surat No. 352/B.Tjk/1972 dan No. 353/B.Tjk/1972 tertanggal 10 Juli 1972, Mgr. Leo Soekoto, SJ menugasi Bapak R.Y. Prabowo yang saat itu masih bertugas sebagai seorang Perwira TNI Angkatan Darat dan membantu di Sekretariat Paroki Tangerang dan Bapak V.A. Adiwahyanto (seorang guru di SD Aloy­sius, Tangerang) untuk mengunjungi dan mendata umat di Stasi Cengkareng dan Kapuk guna mendapatkan data lapangan yang lebih rinci akan jumlah umat dan kebutuhan sa­rana tempat beribadah. Pendataan umat di­laksanakan hingga akhir Oktober 1972 dan hasilnya dilaporkan ke Keuskupan Agung Jakarta lewat Romo Anton Mulder, SJ.
  • 1973-1974
    Komunitas Cengkareng lahir dari 3 peristiwa duka yang terjadi dalam tahun 1973 dan 1974. Pada awal Mei 1973, misa arwah diadakan di rumah Alm. Bapak E. Purnomo yang tinggal di Bedeng Timur. Kedua, pada Agustus 1973, misa arwah 40 hari berpulangnya putera Bapak Pieter H. Wiratmo yang tinggal di Jl. Utama Raya no. 38, Ketiga, sekitar Juli 1974, umat Cengkareng Indah dipertemukan saat pegawai sipil TNI AL meninggal dunia. Dalam ketiga peristiwa duka ini, umat Cengkareng dipertemukan, saling kenal dan saling ingat. Sejak Misa Arwah di rumah Bapak Pieter H. Wiratmo, umat Cengkareng Selatan dapat merayakan Misa Kudus 2x sebulan. Umat Cengkareng Selatan juga sesekali merayakan Misa Kudus di Kapel Kodam Jaya yang sejak tahun 1972 telah merayakan Ekaristi bersama dibawah pimpinan Romo S. Sutopanitro, Pr.
    Pada bulan Juli 1972 bangunan Sekolah Strada selesai dikerjakan. Setelah dilakukan serah terima dari Pemerintah DKI kepada Pengurus Perkumpulan Strada, maka sekolah resmi beroperasi.
    Pada bulan November 1974, Keuskupan Agung Jakarta menyerahkan Stasi Cengkareng kepada Kongregasi Oblat Maria Imakulata (OMI) untuk ditingkatkan menjadi Paroki. Beberapa Oblat terlihat mengadakan survey ke Cengkareng Selatan dengan didampingi para bapak umat perintis gereja.
  • 1975
    Hingga Januari 1975 perayaan Ekaristi masih dipimpin oleh Romo Anton Mulder, SJ. Di bulan Februari 1975, Romo Patrick Moroney, OMI yang diutus untuk berkarya di Cengkareng tiba. Sejak saat itu, misa yang dilaksanakan di rumah Bapak P.H. Wiratmo mulai dipimpin oleh Romo Patrick yang masih tinggal di Paroki Tangerang atau Susteran Gembala Baik, Jatinegara. Bulan Maret 1975 terbentuk kepengurusan Mudika bakal Pa­roki Cengkareng. Pada tanggal 1 Mei 1975, Stasi Cengkareng secara administratif lepas sepenuhnya dari Paroki Tangerang.
    Pada September 1975, sebuah rumah dikontrak dari H.R.A. Nunung Mohammad Yunus untuk digunakan sebagai pastoran. Sejak itu Romo Patrick bermukim di Ceng­kareng. Garasi pasturan yang sempit dengan halaman luas di samping kanan rumah kemudian diubah fungsinya menjadi tempat beribadah. Bapa Uskup Agung Mgr. Leo Soekoto, SJ pernah berkunjung dan sempat merayakan Ekaristi di sana. Maka, Perayaan Ekaristi yang biasanya dilaksanakan di rumah Bapak Wiratmo kini dipindahkan pula ke garasi pastoran tersebut.
    Di bulan September 1975, wilayah Stasi Cengkareng dibagi menjadi 3 Mandala (istilah daerah operasional ABRI, karena kebetulan anggota TNI dan Kepolisian banyak berpe­ran dalam melahirkan Paroki Cengkareng), Mandala Barat, Mandala Tengah, dan Mandala Timur. Perkumpulan Kematian Katolik Santo Yusuf juga dimulai pada bulan ini.
  • 1976
    Romo Patrick yang penuh semangat meninggalkan Stasi Cengkareng dikarenakan sakit punggung yang dideritanya. Pada bulan Juni 1976, Romo David Shelton, OMI mulai berkarya di Stasi Cengkareng. Di tahun 1976, lahir Seksi Liturgi dan Seksi Katekese di Stasi Cengkareng. Juga terjadi di tahun 1976, rumah yang disewa untuk pastoran dirasakan tidak memadai lagi, maka disewalah rumah di Jalan Sakura No. 23 untuk tempat beribadah, dan di Jalan Pepaya V sebagai pastoran. Di tahun 1976 ini pula Keuskupan Agung Jakarta membeli tanah seluas 8.000 m2 dari H.R.A. Nunung Mohammad Yunus dan beberapa pemilik tanah lainnya untuk lokasi gedung gereja.
  • 1978
    Di awal tahun 1978, Romo David bebe­rapa kali mengumpulkan para tokoh umat untuk merundingkan nama bakal Paroki Cengkareng. Atas restu Bapa Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, SJ, pada 26 Mei 1978 diselenggarakan rapat pemilihan nama bakal Paroki baru, dan terpilihlah nama Trinitas sebagai nama gereja.
    Sebelum kepulangannya ke Australia, Romo David berhasil membentuk Dewan Paroki dan Pengurus Gereja Dana Papa (DP/PGDP) yang pertama yang dilantik pada 11 Juni 1978, bertepatan dengan disahkannya nama Trinitas sebagai nama Gereja. Sejak itu, para ketua mandala ditetapkan pula sebagai ketua wilayah. Romo John Petrus McLaughlin, OMI meneruskan karya para Oblat di Cengkareng sejak tanggal 7 Agustus 1978.
    Warta Mingguan Paroki, WAPITA, terbit di tahun 1978 setelah paroki terbentuk. Pada tanggal 17 Agustus 1978, seksi koor dibentuk, menyusul sebulan kemudian dibentuk seksi sosial paroki sebagai wadah nyata dari semua kegiatan sosial yang sebenarnya telah berjalan jauh sebelum terbentuknya seksi ini. Selanjutnya, pada tanggal 27 November 1978 terbentuk kepengurusan pertama dari Koperasi Kredit Usaha Sejahtera.
  • 1979
    Di bulan Juni 1979, Dewan Paroki menye­lenggarakan sekali lagi sensus umat yang berupa pengumpulan tandatangan umat yang bermukim di Cengkareng. Hasil sensus itu dikirim ke Keuskupan Agung Jakarta, Walikota Jakarta Barat, Kecamatan dan Kelurahan Cengkareng guna menjadi bukti bahwa di Cengkareng memang ada banyak umat Katolik yang betul-betul mem­butuhkan gedung gereja sebagai sarana tempat beribadah. Saat itu tercatat ada 721 keluarga Katolik di Cengkareng. Tahun 1979 menandakan juga lahirnya Kelompok Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) Trinitas.
    Lewat pertengahan tahun 1979, sepa­sang pasutri umat Paroki Trinitas mengikuti Weekend Marriage Encounter yang menandai pula dimulainya kiprah kelompok kategorial ini di Paroki Trinitas.
  • 1980
    Kehidupan Paroki Trinitas terus ber­tumbuh dan berkembang. Pada 10 Juni 1980 hadir Kongregasi Suster Amalkasih Darah Mulia (ADM) untuk membantu paroki lewat karya-karya sosial dan pastoral. Para Suster ini kemudian juga bergerak dalam karya pendidikan dengan membuka kelompok bermain di susteran.
    Paroki Trinitas, Cengkareng bergembira dengan hadirnya seorang Imam dari Kong­regasi Maryknol Missioners, Romo James Kalcthaler, MM (+) dari Amerika Serikat untuk membantu karya-karya pastoral sejak 29 September 1980. Beliau berkarya di Trinitas selama 14 tahun (hingga 1994) sebagai pastor pembantu.
  • 1981
    Di bulan Juni 1981, Bapa Uskup Agung Jakarta memisahkan daerah bagian selatan Daan Mogot untuk menjadi paroki tersendiri. Bagian Utara dari Daan Mogot masuk ke dalam Paroki Trinitas, Cengkareng, sedangkan bagian selatan diperuntukkan sebagai calon paroki baru. Pada tahun 1982, hadir Paroki St. Thomas Rasul, Bojong Indah, sebagai pemekaran dari Paroki Trinitas, Cengkareng. Sejak tahun 1981, telah mulai diadakan misa kudus untuk umat Wilayah 4 dan 5 (daerah Cengkareng Indah dan sekitarnya) secara rutin pada tiap Minggu ke-1 dan ke-3.
    Yayasan Sosial Dharma Kasih (YS­DK) didirikan atas prakarsa Seksi Sosial Paroki (SSP) dan disetujui oleh Pengurus Gereja Dana Papa (PGDP) Paroki Trinitas, Cengkareng. YSDK resmi berdiri lewat akte no.50 tertanggal 28 Februari 1981 di depan notaris Liliani Handajawati Tanzil, SH dan disahkan dengan Keputusan Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-1759. HT.01.02. TH 2006, tanggal 10 Agustus 2006. YSDK mengemban misi gereja untuk melakukan pelayanan sosial dengan memberdayakan keluarga-keluarga miskin dan meningkatkan taraf kesejahteraan hidup mereka yang ada di wilayah-wilayah cakupan pelayaannya dengan tanpa memandang suku, agama, ras, dan aliran politik.
  • 1982
    Pada tanggal 2 Desember 1982, Ke­us­­­kupan Agung Jakarta mengajukan surat permohonan izin kepada Gubernur DKI Ja­karta kala itu, Bapak Tjokropranolo, untuk membangun gedung serba guna di atas lahan bakal gereja. Permohonan ini dikabulkan dengan catatan gedung tidak boleh digunakan untuk kegiatan keagamaan.
  • 1984
    Romo Petrus John McLaughlin, OMI berpindah karya dan digantikan oleh Romo John O’Doherty, OMI yang bertugas selama 1 tahun, mulai bulan Mei 1984. Bapa Uskup Agung Jakarta mengajukan permohonan izin pembangunan gereja dengan surat tertanggal 3 Agustus 1984.
  • 1985
    Selama Pekan Suci, Kapel Kodam di Kom­pleks Kodam Kalideres digunakan sebagai tempat beribadah. Kapel ini juga dipakai sebagai tempat penyelenggaraan pertemuan Pengurus Dewan Paroki Cengkareng dengan utusan umat dari Bojong Indah yang kemudian memutuskan untuk menjadi paroki tersendiri lepas dari Paroki Trinitas.
    Di bulan Mei 1985 terjadi lagi perganti­an Imam di Paroki Trinitas. Romo Peter K. Subagyo, OMI menjadi Pastor Kepala Paroki menggantikan Romo John O’Doherty, OMI. Paroki Trinitas, Cengkareng menyambut gembira kehadiran Kongregasi Suster Jesus Maria Josep (JMJ) yang membantu dalam karya pendidikan sejak bulan Juli 1985. Guna melengkapi permohonan izin pem­­bangunan gereja, Panitia Pembangunan Gereja (PPG) mengajukan permohonan men­dapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kepada pihak yang berwenang pada 21 Desember 1985.
  • 1986
    Hadir sekolah Bintang Kejora, Cengka­reng Indah, sebagai karya pendidikan Suster-Suster JMJ di Paroki Trinitas. Romo Peter K. Subagyo, OMI yang men­jadi Kepala Paroki Trinitas membentuk An­tiokhia, suatu wadah pengembangan iman dan kepribadian bagi remaja Katolik yang dibawanya dari Australia.
  • 1987
    Akhirnya, Gubernur Jakarta Bpk. Wiyogo Atmodarminto mengeluarkan Surat Izin Pen­dahuluan Pembangunan Gereja bernomor 612/1.857.1 tertanggal 27 Januari 1987. Di bulan Juli 1987, terjadi perpindahan tempat penyelenggaraan misa kudus untuk wilayah 4 dan 5 (daerah Cengkareng Indah dan sekitarnya) ke aula Sekolah Bintang Kejora dikarenakan jumlah umat yang bertambah dengan pesatnya.
  • 1988
    Keluar Surat Gubernur DKI Jakarta ber­nomor 12168/VI/1988 tertanggal 11 Juni 1988 yang memberi izin penunjukkan penggunaan tanah seluar 6.140 m2 dari 8.000 m2 luas tanah yang ada untuk dibangun gereja. Dengan bekal surat yang cukup leng­kap ini, maka pada 19 November 1988 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gereja Trinitas yang dilakukan oleh Bapa Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, SJ.
  • 1989
    Pada tanggal 3 Mei 1989 keluar Izin Pendahuluan IMB, maka pembangunan gereja pun dimulai sejak 21 Mei 1989. IMB gedung gereja Trinitas akhirnya keluar dengan nomor 4425/IMB/1989.
  • 1990
    Pembangunan gereja Trinitas dinyata­kan selesai pada 31 Januari 1990. Pada tanggal 21 Februari 1990, gedung gereja diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Bapak Wiyogo Atmodarminto, dan langsung diberkati oleh Bapa Uskup Agung Jakarta. Sehari setelah pemberkatan dan peresmian gedung gereja, diselenggarakan Misa Tahbisan Imamat da­ri Romo OMI Indonesia ke-3, Romo F.X. Sudirman, OMI, oleh Bapa Uskup Agung Ja­karta, Mgr. Leo Soekoto, SJ.
  • 1991
    Asosiasi Misionaris Maria Imakulata (AMMI) hadir di Paroki Trinitas saat Romo John O’Doherty, OMI menjabat sebagai di­rekturnya.
  • 1992
    Gereja Paroki St. Phillipus Rasul, Kapuk lahir pada tahun 1992. Paroki ini juga merupakan pemekaran dari Paroki Trinitas, Cengkareng. Pada saat pemekaran terjadi, bagian timur kanal barat DKI (Cengkareng) seharusnya menjadi wilayah pelayanan Pa­roki Kapuk, tetapi 2 Lingkungan yang ada di daerah ini ingin tetap menjadi bagian dari Paroki Trinitas, Cengkareng. Permohonan ini dikabulkan dan hingga sekarang 2 Lingkungan itu tetap menjadi bagian dari Paroki Trinitas.
    Sejak Oktober 1992, Romo F.X. Sudirman, OMI menjabat sebagai Pastor Kepala Paroki Trinitas, Cengkareng.

Periode 1993-2012

  • 1993
    Kegiatan Wanita Katolik sebenarnya sudah ada sejak Dewan Paroki yang pertama. Kesalahan persepsi yang menganggap WKRI adalah organisasi politik mengakibatkan munculnya banyak hambatan untuk men­dirikan WKRI Cabang Trinitas. Hal ini dapat dimaklumi karena banyak orang yang kala itu masih belum tahu arah gerak organisasi WKRI yang sebenarnya. Memang, sesuatu yang berbau politik sungguh membuat siapa pun akan merasa tidak nyaman pada masa itu. Ibu Nani Purwoko yang saat itu menjabat sebagai Ketua Presidium WKRI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jakarta berkenan mengunjungi Paroki Trinitas, Cengkareng, dan memberikan penjelasan tentang WKRI kepada Romo, ibu-ibu, dan Dewan Paroki. Akhirnya pada 15 Agustus 1993, dilantiklah pengurus WKRI Cabang Trinitas yang pertama.
    Selanjutnya di bulan September 1993 diadakan rapat antara Romo Paroki dan para Legioner di Cengkareng. Legio Mariae hadir secara resmi di Paroki Trinitas lewat presidium pertamanya, Tahta Kebijaksanaan.
  • 1994
    Hadir Sekolah Kristoforus II yang dikelo­la oleh Yayasan Diannanda di Paroki Trinitas. Pada tanggal 1 Oktober 1994 dilak­sa­nakan Misa Tahbisan Imamat Romo Domini­kus Pareta, OMI oleh Mgr. A. Djajasiswaja. Romo Domi adalah Imam OMI kedua yang ditahbiskan di Paroki Trinitas.
  • 1995
    Dewan Paroki memutuskan untuk mulai menyelenggarakan misa kudus di Dadap sebulan sekali dengan menggunakan 2 ruang kelas beserta bangku TKK Sekolah Gapura Kasih. Hal ini berlangsung hingga tahun 1998. Romo Fransiskus Asisi Rumiyanto, OMI mulai berkarya di Trinitas sebagai Romo Paroki menggantikan Romo F.X. Sudirman, OMI yang diutus ke Kalimantan Timur.
  • 1997
    Hadir Komunitas Cengkareng sebagai kelompok kategorial bagi para pekerja/buruh yang tinggal di Cengkareng dan sekitarnya. Pada tanggal 11 Mei 1997, Bapa Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ melakukan pemberkatan Gedung Paroki St. Eugenius de Mazenod yang terletak di seberang gereja Trinitas. Di bulan Oktober 1997, Romo John O’Doherty, OMI kembali berkarya di Paroki Trinitas sebagai Pastor Kepala menggantikan Romo F.A. Rumiyanto, OMI. Dalam bulan yang sama, Oktober 1997, Novena St. Eugenius de Mazenod diadakan pertama kali di Paroki Trinitas, Cengkareng. Hingga sekarang, nove­na masih terus diadakan dan semakin banyak umat yang mengikutinya.
  • 1998
    Pada tanggal 5 Mei 1998 dimulai pe­layanan kesehatan trinitas yang berkesinam­bungan bagi masyarakat yang tidak mampu yang ada di sekitar Paroki Trinitas. Sejak akhir tahun 1998, tempat penye­lenggaraan misa kudus di Dadap berpindah ke sebuah gudang yang ada di halaman rumah Mami Martha Tan Lian Nio. Penyelenggaraan misa kudus di gudang ini berlangsung hingga tahun 2006.
  • 1999
    Dewan Paroki membeli tanah di Pe­rumahan Citra Garden City 3 seluas 8.710 m2 untuk membangun gereja baru yang diberi nama Gereja Santa Maria Imakulata. Nantinya, gereja ini akan menjadi bakal paroki baru yang murni atas inisiatif Paroki Trinitas. SEKAMI – Serikat Kepausan Anak Misioner hadir di Paroki Trinitas di tahun 1999. Pada tanggal 18 Maret 1999 hadir di Paroki Trinitas, Cengkareng, Kelompok Doa Meditatif dengan lagu-lagu dari Taize.
  • 2000
    April 2000 dimulai pertama kalinya Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) yang be­kerjasama dengan Shekinah. Hingga seka­rang, KEP telah memasuki Angkatan yang ke-14 dan telah pula dibentuk Komunitas Evangelista sebagai wadah bagi para alumni KEP untuk terus bersatu dan bertumbuh bersama. Pada tanggal 7 Mei 2000 dibentuk dan diresmikan Kelompok Kategorial Paguyuban Lanjut Usia St. Theresia dari Avila.
  • 2001
    Pada tanggal 21 Mei 2001 diselenggarakan Misa Tahbisan Imamat Romo Yohanes Wasisa Kusnandar, OMI oleh Mgr. Michael Cosmas Angkur, OFM. Romo Wasisa adalah Imam OMI ke-3 yang ditahbiskan di Paroki Trinitas.
  • 2002
    Pembelian tanah yang berlokasi di Vila Taman Bandara oleh Dewan Paroki seluas 3.468 m2. Di bulan Juli 2002, ditetapkannya Aula Sekolah Seraphine Bhakti Utama sebagai tempat penyelenggaraan misa kudus umat wilayah 4 dan 5. Penyelenggaraan misa ku­dus terus berlangsung di tempat ini hingga sekarang.
  • 2003
    Di bulan Januari 2003, terbit edisi per­tama Majalah Sabitah sebagai media ko­mu­nikasi umat Paroki Trinitas, Cengkareng. Di bulan Maret 2003 dilaksanakan renovasi Kapel St. Maria Ratu Surga (Kapel Kodam) yang berlokasi di Kompleks Kodamjaya, Kali­deres.
    Pada tanggal 2 Maret 2003 diseleng­garakan pelantikan Panitia Pembangunan Gereja dengan tugas pokok membangun ka­pel di Dadap dan gereja di Perumahan Citra Garden 3. Masih di bulan Maret 2003, hadir ke­lompok Puteri Legio Ekaristi sebagai wadah bagi para remaja puteri untuk melayani di seputar altar.
    Ulang Tahun Perak (usia 25 tahun) Paro­ki Trinitas diwarnai dengan serangkaian acara iman yang sudah dimulai setahun sebelumnya. Puncaknya adalah Misa Konselebrasi Meriah yang dipimpin oleh Romo Y. Subagyo, Pr, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta, yang dilanjutkan dengan acara ramah tamah bersama yang dihadiri oleh Bapak Walikota Jakarta Barat.
    Pada tanggal 3 Agustus 2003, Bapa Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ melakukan kunjungan kerja ke Paroki Trinitas sambil merayakan misa kudus. Bapa Uskup mengajak seluruh umat untuk menjadi manusia baru. Meninggalkan cara berpikir dan beraktivitas lama dalam memahami sesuatu, meninggalkan manusia lama dalam diri kita. Pada tanggal 23 November 2003 di­adakan Misa Syukur Pesta Perak Koperasi Kredit Usaha Sejahtera yang dipimpin oleh Romo I. Swasono, SJ, Ketua Komisi PSE, Keuskupan Agung Jakarta.
  • 2004
    Minggu Paskah dipilih Paroki Trinitas untuk meluncurkan websitenya, www,trinitas.or.id, yang menandakan pelayanan siar pe­wartaan lewat jalur dunia maya. Weekend Roses pertama diselengga­rakan di Paroki Trinitas di tengah tahun ini. Roses adalah program rohani bagi anak-anak usia pra-remaja yang digagas oleh Romo G. Basir Karimanto, OMI. Program ini mengajak anak-anak pra-remaja untuk mengembangkan potensi dan kemampuan yang ada dalam diri mereka dan membina kebersamaan di antara sesame remaja Katolik.
  • 2005
    Di bulan Juni 2005, keluar Izin Men­dirikan Bangunan untuk Kapel Dadap. Ke­luarnya IMB ini disambut gembira karena proses pengurusan izin yang hanya memakan waktu singkat.
  • 2006
    Pada tanggal 8 Januari 2006 diadakan audisi bagi orang muda Katolik Trinitas yang memiliki bakat dan minat dalam dunia music orkestra. Dari audisi ini terpilih 16 orang yang membentuk Kelompok Musik Remaja Trinitas (KMRT) untuk membantu pelayanan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan gereja, baik dalam perayaan misa maupun kegiatan lain di luar misa bahkan yang bersifat memasyarakat, seperti tampil di mal-mal dalam rangka hari kemerdekaan, perayaan natal, dan lain sebagainya.
    Suatu gebrakan tersendiri, Paroki Tri­nitas mencanangkan Perayaan Natal Bersama di seluruh Wilayah Paroki. Perayaan Natal yang diselenggarakan Sabtu-Minggu, 14-15 Januari 2006 ini dikhususkan dengan mengumpulkan para lanjut usia yang ada di Wilayah masing-masing. Sebentuk peng­hormatan dan penghargaan bagi kaum lanjut usia dari Gereja dan keluarganya.
    Pada tanggal 22 Januari 2006 diseleng­garakan Misa Syukur, pemberkatan lahan, peletakan batu pertama dan pemancangan tiang oleh Romo F.X. Sudirman, OMI tanda dimulainya pembangunan Kapel St. Vincentius Pallotti, Dadap.
    Pada tangga 22 Januari 2006 juga di­adakan Misa Promulgasi Perayaan 200 Tahun Gereja Katolik di Jakarta. Paroki Tri­nitas menyambut gembira perayaan ini de­ngan khusus membentuk Panitia Perayaan 200 Tahun Gereja Katolik di Jakarta yang mengambil tema: “Makin Setia Kepada Yesus, Makin Berbakti Kepada Masyarakat dan Bangsa.”
    Pada tanggal 27 Mei 2006 terjadi gempa bumi hebat di Yogyakarta. Paroki Trinitas menanggapi dengan luar biasa. Penggalangan dana dan barang-barang natura selama 1 minggu menghasilkan angka yang luar biasa, persaudaraan yang erat, dan belarasa umat yang tinggi.
    Pada tanggal 30 September 2006 hadir Perpustakaan Trinitas yang telah ditunggu-tunggu sejak lama.
    Pada tanggal 13 November 2006 keluar surat Dewan Paroki Trinitas yang mengangkat Pengurus Gereja Katolik Stasi St. Vincentius Pallotti, Dadap yang pertama dengan ketuanya Ibu Christine Indrayati Salim dan jajaran Kepengurusan yang terdiri da­ri: Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Seksi-Seksi: Litur­gi, Pewartaan, Sosial, Ke­pe­mu­daan, Wanita Pa­roki, Pemeliharaan dan Pembangunan Ling­kungan Gereja, Perso­na­lia.
    Menjelang Natal 2006, Trinitas mem­percantik di­ri dengan tampilan baru dari Panti Imamnya. Dalam bentuk barunya, Sa­lib Yesus yang ada di Panti Imam dibingkai segitiga, terfokus di tengah-tengah dengan 3 pilar di masing-masing sisinya. Tampilan ini ingin menggambarkan 7 Sakramen yang ada pada Gereja.
    Akhir tahun 2006, umat Dadap sudah dapat menggunakan Kapel yang sudah selesai bangunan fisiknya untuk beribadah.
  • 2007
    Memasuki tahun 2007, pada tanggal 21 Januari 2007 dilaksanakan serah-terima jabatan Kepala Paroki Trinitas dari Romo G. Basir Karimanto, OMI kepada Pejabat Sementara Kepala Paroki, Romo F.X. Sudirman, OMI.
    Pada tanggal 6 Mei 2007, Paroki Trinitas menjadi tuan rumah penyelenggaraan Puncak Perayaan Syukur 200 Tahun Gereja Katolik di Jakarta Tingkat Dekenat Barat II.
    Pada tanggal 26 Agustus 2007 diadakan Misa Peresmian Gereja Stasi St. Vincentius Pallotti, Dadap yang dipimpin oleh Romo Yohanes Subagyo, Pr, Vikaris Jenderal Keus­kupan Agung Jakarta.
    Sebulan berikutnya, 16 September 2007 diselenggarakan Misa bersama Bapa Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ yang melakukan kunjungan kerja ke Paroki Trinitas.
    Pada tanggal 23 September 2007 di­adakan serah-terima Kepala Paroki Trinitas, Cengkareng, dari Pejabat Sementara Romo F.X. Sudirman, OMI kepada Romo Peter K. Subagyo, OMI.
  • 2008
    Disain ulang tampilan website Paroki Trinitas selesai dikerjakan di bulan November 2008. Website Trinitas terkena virus dan hacker, sehingga sementara waktu ditutup untuk diolah kembali. Sejak peluncuran kedua ini, website Trinitas terus mengudara di dunia maya hingga sekarang.
    Menjelang akhir tahun 2008, jam Misa Kudus di Gereja Paroki bertambah satu kali, yaitu pkl. 16.00 pada hari Minggu sebagai Perayaan Ekaristi Stasi Sta. Maria Imakulata.
    Pada tanggal 24 Desember 2008, se­belum Misa Malam Natal dimulai, Paroki Trinitas, Cengkareng dikunjungi oleh Anggota Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida).
  • 2009
    Minggu, 18 Januari 2009, dalam Misa Stasi Imakulata di Paroki Trinitas, Cengkareng, dilaksanakan pelantikan Dewan Stasi Sta. Maria Imakulata yang pertama. Dewan Stasi pertama ini terdiri dari Romo Stasi, Ketua dan Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan 10 Ketua Seksi: Liturgi, Katekese, PSE, Kerasulan Keluarga, Kerasulan Kitab Suci, Kepemudaan, Pendataan Umat, Pemeliharaan dan Pembangunan Lingkungan Gereja, dan Komunikasi Sosial.
    Pada tanggal 24 Maret 2009 keluar Izin Prinsip pembangunan gedung gereja Sta. Maria Imakulata.
    Pada 16 April 2009 diresmikan Sekretariat Stasi Santa Maria Imakulata berlokasi di Citra Garden City 3 Blok D2/2B, biasa digunakan sebagai rumah kegiatan-kegiatan Wilayah setempat. Seusai diresmikan pemakaiannya, Dewan Stasi Sta. Maria Imakulata yang pertama menggelar rapat perdana mereka di kantor Sekretariat Stasi tersebut.
    Superior Jenderal OMI, Pastor Wilhelm Steckling, OMI mengadakan kunjungan kerja ke Indonesia, 23-30 Juni 2009 dan menyempatkan diri merayakan Misa bersama anggota AMMI, Sahabat Seminari OMI, dan umat Paroki Trinitas pada Senin, 29 Juni 2009.
  • 2010
    Awal tahun baru 2010, tepatnya pa­da tanggal 18 Januari 2010 keluar Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari gereja Sta. Maria Imakulata.
    Misa Mingguan di Paroki Tri­nitas, Cengkareng bertambah lagi dengan pilihan Sabtu sore, pkl. 16.00 yang juga diperuntukkan bagi Stasi Sta. Maria Imakulata. Misa perdana Sabtu Sore ini dilaksanakan pada 20 Februari 2010. Dengan demikian, Misa Mingguan yang ada di Paroki Trinitas, Cengkareng menjadi 6 x pelaksanaan di Gereja Induk.
    Pada tanggal 13 Maret 2010 dilak­sa­nakan Ibadat Peletakan Batu Pertama dan Pemberkatan Lahan bakal bangunan Gereja Santa Maria Imakulata. Pada tanggal 26 November 2010 diadakan Misa Perdana di lahan Gereja Sta. Maria Imakulata secara internal yang juga dimaksudkan sebagai tindak tirakatan. Pada tanggal 30 November-08 Desember 2010, di mulai Novena Sta. Maria Imakulata dengan intensi khusus bagi kelancaran dan kemudahan pembangunan Gereja Sta. Maria Imakulata. Novena ini kemudian dilaksanakan setiap tahun hingga sekarang.
  • 2011
    Mulai tahun 2011, Kunjungan Wilayah dilakukan oleh sebuah Tim yang terdiri dari Romo Paroki dan anggota Dewan Harian dan Seksi/Bagian yang diperlukan kehadirannya.
    Pada 31 Januari 2011 dilaksanakan Ibadat Pemancangan Tiang Pertama di la­han bakal gereja Sta. Maria Imakulata. Pem­bangunan gereja Sta. Maria Imakulata dimulai sejak hari ini.
    Pada tanggal 1 Mei 2011 Bapa Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo me­mimpin Misa Kerahiman Ilahi di Paroki Trini­tas sebagai puncak dari Novena Kerahiman Ilahi yang diadakan di Trinitas sejak Sabtu Suci.
    Di pertengahan tahun 2011 hadir Forum Pelayanan Penjara Trinitas (FPP Trinitas) sebagai cikal bakal Kelompok Kategorial Pelayanan Rumah Detensi dan Imigrasi (RDI), Kalideres. Para tahanan adalah warga negara asing karena alasan keimigrasian, pengungsi lintas negara maupun pelarian. Pelayanan RDI Trinitas adalah satu-satunya pelayanan rohani bagi para tahanan di KAJ yang menggunakan Bahasa Inggris.
    Pada tanggal 9 Juli 2011 dilaksanakan penerimaan Sakramen Krisma oleh Bapa Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo kepada 519 umat Trinitas.
    Pada tanggal 16 Juli 2011 diadakan Mi­sa Syukur Pesta Perak Antiokhia di Paroki Trinitas. Selama 25 tahun ini, Antiokhia telah mengadakan 27 Weekend.
    Pada tanggal 06 Agustus 2011 dise­lenggarakan Misa Pembaruan Kaul Frater dan Bruder OMI di Paroki Trinitas yang disusul dengan ramah-tamah bersama. Pada tanggal 10 September 2011 diselenggarakan Ibadat dan Pemberkatan “Topping Off” (penutupan atap bangunan) Gereja Sta. Maria Imakulata. Setelah melakukan serangkaian tahap-ta­hap pemilihan, akhirnya terbentuklah De­wan Paroki Pleno Periode XII. Pelantikan Dewan Paroki Harian dilaksanakan Minggu, 30 Oktober 2011 dalam Misa Kudus yang dipimpin oleh Romo Yohanes Subagyo, Pr, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta. Dewan Paroki Pleno XII terdiri dari Dewan Harian, 15 Seksi/Bagian, 19 Kelompok Kate­gorial, Dewan Stasi St. Vincentius Pallotti, Dadap dengan komposisi Dewan Stasi Harian dan 17 Seksi/Bagian dan Kelompok Kategorial, dan Dewan Stasi Sta. Maria Imakulata dengan komposisi Dewan Stasi Harian dan 10 Seksi/Bagian.
    Setelah resmi dilantik, Dewan Stasi Sta. Maria Imakulata II mendapat kewenangan yang lebih besar untuk melaksanakan reksa pastoralnya – yaitu mengerjakan anggaran kebutuhan Stasi (budgeting), bertindak me­wakili/membantu Dewan Harian Trinitas untuk reksa pastoral khusus di wilayah Stasi Sta. Maria Imakulata seperti kunjungan rutin Dewan Stasi ke Wilayah-Wilayah yang ada di dalam Stasi Imakulata, memiliki peranan lebih besar dalam 3 Seksi yang menjadi pilar Gereja, yaitu Seksi Liturgi (leitourgia), Seksi Katekese (kerygma), dan Seksi PSE (diakoinia).
    Bersamaan dengan terbentuknya Dewan Paroki Pleno XII dan sejalan dengan arahan Keuskupan Agung Jakarta untuk memberikan pelayanan model “Gembala Baik” kepada Gereja, maka diadakan penambahan jumlah Oblat yang berkarya di Paroki Trinitas, men­jadi 4 orang.
  • 2012
    Pada tanggal 25 Februari 2012, dise­lenggarakan Misa Meriah untuk perayaan 25 tahun Tahbisan Imamat Romo G. Basir Karimanto, OMI – Oblat asli Indonesia pertama. Dalam Misa ini hadir pula Superior Jenderal OMI, Pastor Louis Lougen, OMI yang dalam kunjungan kerjanya di Indonesia 13-26 Februari 2012 untuk berkeliling daerah misi Oblat Indonesia. Dalam kunjungan ke Distrik Jakarta, Romo Jenderal menyempatkan diri untuk melihat dari dekat pembangunan Gereja Sta. Maria Imakulata, mengadakan rapat bersama para Oblat yang berkarya di Jakarta, dan bersama seluruh umat Paroki Trinitas, Cengkareng, merayakan Misa dan bertemu dengan umat Trinitas.
    Pada tanggal 20 Mei 2012, Keuskupan Agung Jakarta menggelar Malam Anugerah INMI Awards (Inter Mirifica Awards) untuk memberi apresiasi atas perjuangan dan kar­ya insan pengelola majalah/bulletin/ta­bloid Gereja Katolik baik mingguan maupun bulan­an se-Keuskupan. Majalah Sabitah mendapat anugerah INMI Awards lewat kategori “Berita Terbaik” yaitu lewat artikel yang ditulis oleh Romo Agustinus Sattu, OMI: “Paroki Malinau: ‘Harta Terpendam’ OMI di Bumi Kalimantan. Sedangkan warta mingguan Paroki Trinitas, Wapita, terpilih sebagai “Warta Terbaik se-KAJ”.
    Di bulan September tanggal 8, tahun 2012, bertepatan dengan Pesta Kelahiran Bunda Maria, dilaksanakan Peres­mian Gedung Gereja Sta. Maria Imakulata oleh Gubernur DKI Ja­karta, DR. Ing. Fauzi Bowo.
    Sehari berikutnya, pada tang­gal 09 September 2012, Misa Perdana di Stasi Sta. Maria Imakulata. 2 x Misa Kudus hari itu dipenuhi oleh begitu banyak umat yang membuat daya tampung gereja tidak men­cukupi.
    Dua bulan sesudahnya, pada tanggal 9 November 2012, Bapa Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ mengunjungi Gereja Sta. Maria Imakulata. Beliau menghabiskan wak­tu hampir 2 jam untuk berkeli­ling dan melihat dari dekat bagian-bagian dari gereja yang ditutup dengan ramah-tamah bersama.
    Sejak Misa Kudus dilaksanakan di Gereja Stasi Sta. Maria Imakulata, maka diadakan perubahan jadwal penyelenggaraan Misa Kudus di Paroki Trinitas, Cengkareng. Dua Misa Kudus yang diperuntukkan bagi Stasi Imakulata di Gereja Induk dihilangkan, se­hingga penye­lenggaraan Misa Kudus di Ge­reja Induk menjadi 4x dalam seminggu. Sedangkan un­tuk Gereja Stasi Imakulata, jadwal Pera­yaan Ekaristi ditambahkan men­jadi 3x di hari Minggu. Mulai 06 April 2013, akan ditambahkan 1x Misa Sabtu Sore di Gereja Stasi Sta. Maria Imakulata.
    Selanjutnya, pada tanggal pada tanggal 8 Desember 2012, bertepatan dengan Hari Raya Santa Maria Imakulata, diselenggarakan Misa Pemberkatan Gedung Gereja Sta. Maria Imakulata oleh Bapa Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo.
  • 2013 – Saat Ini
    Pada Pesta Tritunggal Mahakudus tahun ini, Gereja Katolik Paroki Trinitas, Cengkareng akan memasuki usia 35 tahun. Usia yang tidak lagi muda. Dalam rentang waktu peziarahan selama 35 tahun, telah ada 12 Dewan Paroki yang terus menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu (lihat Statistik Perkembangan Paroki Trinitas, Cengkareng di bawah ini). Perkembangan kuantitas umat seyogyanya diikuti pula dengan perkembangan kualitas iman, kasih, dan persaudaraan di antara umat Paroki seturut dengan Arah Dasar Pastoral yang digariskan oleh Keuskupan Agung Jakarta 2011-2015: “Makin Beriman, Bersaudara, Berbelarasa.”
    Dalam susunan Dewan Paroki XII ma­sa karya 2011-2014, terjadi beberapa per­kembangan struktur warna Dewan Paroki:
    Dewan Harian terdiri dari 4 Romo yang berkarya di Paroki dan 15 umat yang merupakan perwakilan dari Paroki Tri­nitas, dan 2 Stasi yang ada di Paroki: Stasi Sta. Maria Imakulata dan Stasi St. Vincentius Pallotti.
    15 Seksi/Bagian dengan pembentukan Seksi Pendidikan dan Bagian Pendataan untuk melengkapi kebutuhan Paroki.
    Perkembangan Kelompok Kategorial de­ngan penambahan beberapa kelompok yang baru karena adanya kebutuhan ke­beradaannya di Paroki.
    Dewan Stasi Sta. Maria Imakulata dengan 10 Seksi/Bagian.
    Dewan Stasi St. Vincentius Pallotti de­ngan 17 Seksi/Bagian dan Kelompok Ka­tegorial.
    Rentang wilayah pelayanan Paroki Tri­nitas, Cengkareng yang luas membutuhkan 31 Wilayah dengan 147 Lingkungan de­ngan kepengurusan tingkat Wilayah dan Lingkungan yang beragam. Dapat dikatakan bahwa Paroki Trinitas, Cengkareng memiliki jumlah keterlibatan umat yang cukup tinggi dalam hal kepengurusan dari tingkat Paroki hingga Lingkungan. Hal demikian semoga juga diikuti dengan keterlibatan umat yang tinggi dalam setiap kegiatan yang diadakan baik di tingkat Paroki maupun di tingkat Wilayah/Lingkungan masing-masing.
    Setiap tahunnya, Dewan Paroki meng­adakan Rapat Kerja Dewan Paroki Pleno yang berisi motivasi sebagai pelayan Gereja, pembekalan rohani dan administrasi Ling­kungan.
    Begitu banyak kegiatan dan acara yang diselenggarakan Seksi/ Bagian/ Kelompok Ka­­te­gorial setiap harinya, sehingga ruang-ru­­ang yang ada di gereja selalu terisi setiap ha­rinya bahkan terkadang hingga jauh ma­lam. Hal ini memang menggembirakan, dan tentunya Paroki Trinitas senantiasa ber­harap agar setiap kegiatan yang dirancang dan direncanakan oleh perangkat Gereja, akan membawa manfaat besar bagi hidup beriman umat Paroki seluruhnya.
    Sejumlah kegiatan besar telah diren­cakanan oleh Paroki Trinitas untuk tahun 2013. Beberapa yang terbesar adalah (1) Pe­­nyelenggaraan Temu Raya Muda OMI (TE­RAMO) 2013 dengan Paroki Trinitas men­jadi Panitia Penyelenggaraan; (2) Ulang tahun Paroki yang ke-35; (3) Program-program penggalangan dana pengembangan Paroki Trinitas yang akan disusun dan dilaksanakan oleh Panitia Pengembangan Paroki Trinitas. Satu yang telah mulai dijalankan adalah Misa Kudus bagi Umat Berkebutuhan Khusus (UBK) seperti autis, down syndrome, cacat fisik, dan lain sebagainya. Misa UBK perdana dilaksanakan Minggu, 10 Maret 2013 oleh Seksi Kerasulan Keluarga Paroki Trinitas berkaitan dengan semangat tahun persaudaraan. Ke depannya, Misa UBK akan diadakan secara rutin sebulan sekali setiap Minggu ke-2 dalam bulan. Paroki Trinitas menjadi Paroki ke-2 di KAJ yang menyelenggarakan Misa UBK setelah Paroki St. Ignatius, Jalan Malang. Misa tersebut terbuka untuk seluruh umat Katolik se-KAJ.
    Renovasi dan pengembangan Paroki Trinitas juga akan segera berjalan, rencana­nya setelah Paskah 2013. Pekerjaan pengem­bangan ini meliputi antara lain renovasi gedung gereja yang sudah berusia tua (23 tahun) dan belum pernah mengalami per­baikan besar, penambahan lahan parkir, ru­ang kegiatan Gereja, dan pembangunan pasturan. Sejauh ini, Izin Mendirikan Bangun­an sudah terbit, dan gambar rencana renovasi pun sudah disetujui oleh Keuskupan Agung Jakarta. Diharapkan dalam satu tahun ke depan pekerjaan pengembangan Paroki Tri­nitas ini akan terselesaikan.