INGIN JADI BRUDER : DARI MATA TURUN KE HATI

Fransiskus Dhope

Ungkapan ini tepat untuk mewakili perasaanku waktu itu ketika melihat seorang anak muda yang memakai jubah putih dan akrab dengan kaum muda serta ramah menyapa umat-umat yang ada di parokiku seusai Misa kala itu. 

Aku adalah seorang anak muda yang berasal dari Paroki St.Maria Imakulata Tarakan. Namaku Fransiskus Dhope. Orang-orang biasa memanggilku Dhope. Ketika itu timbul pertanyaan dalam hatiku, “Siapa dia sampai bisa seperti itu?”. Aku penasaran dengan apa yang kulihat dan dengan berani akupun menghampiri dia dan memperkenalkan diriku. “Nama saya Bruder Rizky”, itulah jawaban yang dia berikan ketika dia memperkenalkan dirinya.

Bruder??? Apa itu bruder??? Apakah sama dengan pastor??? Setelah aku mencari tahu sendiri, setidaknya aku sedikit mengetahui apa itu seorang Bruder. Bruder adalah seorang biarawan yang berkarya pada bidang-bidang non-sakramental, seperti dalam bidang pendidikan, pertanian, peternakan, pelayanan orang sakit dan masih banyak lainnya. Perbedaan Bruder dan para Imam hanya terletak pada bidang pelayanannya saja. Namun dalam Kongregasi OMI Imam dan Bruder mempunyai kedudukan yang sama, tidak ada yang tinggi maupun yang rendah. Imam dan Bruder layaknya sepasang sayap burung. Apabila salah satu sayap ini mengalami masalah maka burung ini sulit untuk terbang, begitu juga para Imam dan Bruder akan terbang bersama-sama untuk mewartakan Kabar Gembira pada orang miskin.

Kecintaanku untuk menjadi seorang Bruder pun mulai berkobar-kobar. Secara diam-diam aku mencari tahu bagaimana mendaftarkan diri untuk menjadi seorang Bruder oblat. Melalui Kongregasi OMI aku yakin aku bisa menjadi sama seperti mereka yang membuatku “jatuh cinta”. Keinginanku yang kuat untuk menjadi sama seperti mereka mendapat dukungan dari kedua orang tuaku. Sekarang aku sudah masuk melalui “pintu gerbang” Pranovisiat. Aku senang dan bahagia berada di tempat ini. Di sini aku menemukan keluarga baru yang selalu bersamaku dalam sedih maupun senang. Melalui tahap formasi ini lah aku ditempa, hingga nanti aku siap untuk menjadi rekan kerja Sang Penyelamat yang diutus ketengah kawanan para domba. Tuhan sertai langkahku. Bunda Maria lindungi aku anakMu.

Fransiskus Dhope

(pranovis OMI)