MENJADI SAUDARA BAGI YANG LAIN

Oleh: Fr. FX. Togar Nainggolan, OMI (sedang menjalani studi filsafat teologi di Universitas Sanata Dharma, semester IV)

Paus Fransiskus mengajak semua orang bersaudara

Paus Fransiskus mengeluarkan ensiklik baru berjudul “Fratelli Tutti”. Kata “Fratelli Tutti” yang dapat diterjemahkan sebagai “Semua Bersaudara” ini adalah sebuah seruan akan persaudaraan dan persahabatan sosial yang terinspirasi dalam kisah dan spiritualias St. Fransiskus Asisi.

“…kita perlu memberikan cara pandang yang dapat mendorong upaya-upaya untuk membangun hidup bersama secara lebih baik..”

Paus Fransiskus

Ensiklik Fratelli Tutti memberikan sebuah cara pandang dan cara pikir terhadap upaya-upaya dalam membangun hidup bersama yang lebih baik. Dengan berlatarbelakang konteks Pandemi Covid-19, Paus Fransiskus ingin mengajak dunia agar memiliki sebuah sikap yang berpedoman pada tujuan bersama dalam membangun jejaring persaudaraan dalam hidup bersama secara universal yang lebih baik.

Tujuan itu pertama-tama harus berdasar pada praksis kasih universal yang semakin menghargai dan mendukung martabat manusia sebagai pribadi.[1] Dalam membangun hidup bersama yang lebih baik itu, prinsip dasar kehidupan sosial ini tidak boleh diabaikan yakni pandangan bahwa setiap pribadi manusia itu berharga, selalu dan di mana saja.[2]

“..Kesucian itu terjadi ketika orang berani keluar dari ‘zona nyaman’ pribadi dan mulai bergerak melampau diri sendiri untuk menjangkau yang lain..”

Paus Fransiskus

Hal selanjutnya yang juga ditekankan oleh Paus adalah ajakan agar setiap orang keluar dari “zona nyaman” dan bergerak melampaui diri sendiri.[3] Dengan dasar ini, Paus mengajak agar setiap orang tidak hanya memikirkan kelompoknya sendiri tetapi justru membangun komunitas yang sehat dan terbuka demi hidup bersama yang lebih baik.

Persaudaraan lintas batas: lintas agama, lintas suku, lintas bahasa

Selain itu, praksis berikutnya yang dapat dilakukan dalam membangun hidup bersama yang lebih baik terwujud dalam bentuk suatu sistem politik yang sehat yang sungguh dapat melayani kepentingan umum. Secara khusus, Paus menyebutkan pentingnya tata kelola global dalam mengimplementasikan perencanaan jangka panjang terhadap persoalan migrasi dengan melakukan kolaborasi internasional. Maka dalam hal ini perlu diatur dan ditata sebaik mungkin sebab kesadaran sosial itu dapat dibentuk lewat jalan ini dalam mengatasi kerangka pandang individualistik.[4]

Pandemi Covid-19: Sarana Menjadi Saudara Bagi yang Lain

Diawal tulisan ini disampaikan bahwa ketika Paus mulai menuliskan Ensiklik Fratelli Tutti, pandemi covid-19 merebak. Situasi dunia seketika berubah, orang-orang ketakutan dan berusaha menyelamatkan dirinya dengan berbagai macam cara, penderitaan hebat akan kesehatan manusia semakin terancam. Di tengah situasi tersebut, ensiklik ini hadir sebagai saudara yang menyerukan harapan dan mengajak agar setiap orang bersatu padu dan bersolider terhadap sesama untuk menghadapi pandemi.

Orang Samaria yang baik hati menolong tanpa pamrih

Nilai inilah yang ditanamkan secara khusus oleh Paus Fransiskus dalam ensiklik ini “sebagai keutamaan moral dan sikap sosial” yang menemukan praksis konkret dalam pelayanan, yang terwujud dalam bentuk upaya kepedulian kepada sesama.[5] Hal ini dapat ditemukan juga dalam kisah “Orang Samaria yang Baik Hati” (Luk 10: 25-37). Paus menekankan bahwa ditengah penderitaan sesama, kita semua dipanggil seperti orang Samaria yang baik hati yang menjadi saudara bagi yang lain. Disinilah dibutuhkan keberanian yang merupakan juga salah satu dari empat keutamaan moral yang penting (cardinal virtues). Keberanian untuk menjangkau sesama yang membutuhkan itu membantu kita mengatasi rasa takut untuk melakukan hal-hal yang baik di tengah pandemi-Covid-19.

Hal ini dapat menjadi salah satu sarana untuk memahami pentingnya persaudaraan dan persahabatan sosial dalam membangun hidup bersama di tengah pandemi Covid-19. Jika setiap orang bersikap egois dan tidak mau bekerja sama dalam mengatasi pandemi Covid-19, maka persaudaraan dan hidup bersama di antara sesama manusia tidak mungkin tercipta serta pandemi Covid-19 semakin mewabah. Hal ini menunjukkan tidak ada pilihan lain bagi manusia bahwa jika ingin membangun hidup bersama dan mengatasi pandemi Covid-19, manusia harus menumbuhkan dan mengembangkan semangat persaudaraan, solider, simpati, empati, dan kerja sama. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama terus-menerus membangun dunia ini dalam terang harapan kasih-Nya lewat kepedulian dan semangat persaudaraan.   


[1] Ensiklik Fratelli Tutti, Terjemahan dari Rm. T. Krispurwana Cahyadi, S.J, par. 106-111. (diakses dari https://kas.or.id/ensiklik-dari-bapa-suci-paus-fransiskus-fratelli-tutti-tentang-persaudaraan-dan-persahabatan-sosial/, 28 Desember 2020)

[2] Ibid, par 106.

[3] Ibid, par 88.

[4] Ibid, par 182.

[5] Ibid, par 115.