EVALUASI KOMUNITAS SKOLASTIKAT OMI

“Oleh sebab itu, komunitas menyusun rencana kegiatan bersama yang pengawasannya dipercayakan kepada Pimpinan dan mengatur waktu untuk pertemuan rutin guna memuji Tuhan, mengevaluasi kegiatan, membaharui diri dan memperkuat tali persatuan”

(Konstitusi OMI no. 38)

Selama dua hari berturut-turut (5-6 Januari 2021), komunitas Seminari Tinggi OMI melaksanakan evaluasi komunitas. Kegiatan seperti ini secara rutin dilaksanakan dan diikuti oleh seluruh anggota komunitas. Rm. Antonius Widiatmoko, OMI selaku Rektor Seminari Tinggi OMI mengajak seluruh anggota komunitas untuk mengevaluasi perjalanan semester gasal 2020/2021, melaksanakan semangat pertobatan dan pembaruan diri, serta sekaligus mempererat tali persaudaraan satu sama lain.

Rm. Reynold Sombolayuk, OMI beruntung dapat hadir dalam pertemuan evaluasi ini, mengingat beliau baru saja bergabung dengan komunitas Seminari Tinggi OMI dengan peran tanggungjawabnya sebagai Minister Skolastikat per tanggal 2 Januari 2021. Tentu kesempatan evaluasi ini mempercepat pengenalan beliau terhadap dinamika Seminari Tinggi OMI.

Hari pertama (Selasa, 05 Januari 2021), kami menginventaris rangkaian triumphs dan challenges komunitas maupun setiap pribadi selama satu semester gasal yang baru saja dilalui. Ada banyak capaian yang patut disyukuri bersama sebagai komunitas, antara lain: pelaksanaan acara Gibah Panggilan (ajang promosi OMI), pastoral kreatif digital di era pandemi covid-19, pastoral kunjungan kepada para pasien RSUP Dr. Sardjito dan kepada para narapidana LAPAS Yogyakarta, kunjungan kepada keluarga-keluarga UBK (Umat Berkebutuhan Khusus / Kaum Difabel), perayaan misa Natal dan Tahun Baru gabungan tiga rumah formasi OMI (pranovisiat, novisiat, dan skolastikat) secara sederhana namun sungguh khidmat, penandatanganan MoU kerjasama antara Seminari Tinggi OMI dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kab. Sleman, dll.

Bidel Umum dan Sekretaris Komunitas Memimpin Rapat Evaluasi

Hari kedua (Rabu, 06 Januari 2021), kami mengevaluasi kinerja Divisi-divisi serta Kebidelan-kebidelan yang ada di Seminari Tinggi OMI. Suasana evaluasi sangat positif karena masing-masing ingin meningkatkan kualitas pelayanan dalam komunitas. Melaporkan kegiatan, menerima input dan saran bahkan kritik bukanlah hal yang asing bagi komunitas kami. Penanaman Nilai dan Kemantangan Sikap, Analisa dan Pengolahan Data, Komunikasi dan Manajemen Konflik yang selama ini menjadi bahan pembelajaran di komunitas sungguh membantu setiap anggota komunitas untuk mengambil bagian dalam rapat evaluasi ini secara dewasa.

Rapat evaluasi komunitas ini sungguh mendorong kami untuk semakin terampil dalam hal leadership (kepemimpinan). Sangat kami sadari, bahwa kepemimpinan adalah buah pengolahan diri terus-menerus yang lama dan memerlukan suatu disiplin diri hingga dihidupinya jiwa kepemimpinan yang tampak nyata dalam semangat pemberian diri dan pelayanan demi kebaikan komunitas/Gereja. Semangat pertobatan dan pembaruan diri menjadi sesuatu yang mendasari semua upaya peningkatan kualitas diri dan ikatan persaudaraan satu sama lain.

(Condongcatur, 06 Januari 2021)