Doa Novena Bagi Panggilan Oblat (Hari Pertama – 21 Mei)

Pengantar Terjemahaan Bahasa Indonesia

Setiap tahun kita bersatu di dalam doa memohon rahmat Allah agar Ia mengarunikan kepada keluarga kita panggilan-panggilan menjadi Oblat. Tahun ini, komunitas Oblat di Novisiat Marino (Roma), memikirkan untuk menawarkan kutipan-kutipan Injil ataupun tulisan-tulisan dari Paus Fransiskus untuk menemani kita setiap harinya. Kami menawarkan beberapa kutipan dari Surat Apostolik Patris Corde, di tahun yang special ini didedikasikan bagi St. Yosef, memandang seorang tukang kayu dari Nazareth, yang juga pelindung kongregasi kita sebagai model hidup bakti kita.

Selama masa pandemi yang terus menerus menantang kita, Novena ini berusaha hadir sebagai tanda harapan pada Allah yang menjadikan segala sesuatunya baru, memahaminya sebagai fondasi dari setiap panggilan, yaitu Panggilan Allah. Ia tak pernah ragu untuk memanggil kaum muda yang baik sebagai tanda harapan bagi dunia yang semakin lama terlihat sudah mulai kehilangan harapan itu. Superior Jendral kita, RD. Louis Lougen, OMI mengingatkan kita bahwa “Kita semua ada untuk masa-masa seperti ini.” Paus Pius XI menyebut kita sebagai “spesialis misi yang sulit.” Semuanya itu terserah pada kita sekarang untuk menghidupi panggilan Oblat kita secara penuh, dan untuk memberikan kesaksian tentang keindahan itu, untuk berdoa agar dunia tidak pernah kekurangan tenaga misionaris.

Selaku Novisiat Provinsi Mediterania, kami sangat senang untuk berkontribusi dalam Novena kali ini, karena ini adalah salah satu jalan untuk meraih segala sesuatu tentang Misionaris Oblat Maria Imakulata. Dengan segala rasa syukur dan persaudaraan, kami harap bahwa hari-hari doa ini dapat menjadi momen di mana kita semua dapat hidup dalam warisan Santo Eugenius dan menjadi “Keluarga yang paling rukun di dunia”, di mana pun kita berada. Satu dalam doa, mari kita selalu mendapati diri kita berada di hadapan Yesus dalam Ekaristi; dalam Ekaristilah kita dapat bertemu setiap hari dan menjadi satu.

Novisiat Marino, Italia

Hari Pertama

KEHENDAK ALLAH

Injil Tuhan Kita Yesus Kristus menurut Santo Yohanes

Yohanes 2: 1-5

Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”

Maria adalah Bunda Penebus, tetapi dia juga Bunda kita. Sepanjang hidupnya dia merawat Yesus, menemaninya, dan ambil bagian dalam hidupnya. Dengan yakin kita dapat mengatakan bahwa di balik setiap panggilan kita menemukan Maria. Dengan cinta keibuannya dia tempatkan di begitu banyak hati keinginan untuk memberi kehidupan Yesus dan untuk menjangkau banyak hati yang mencari Dia. Semoga “fiat” Maria menjadi model kesetiaan kita pada kehendak Tuhan. Kesederhanaannya, kasih sayangnya bagi Yusuf dan Sang Anak Nazareth hendaknya menjadi cara kita juga untuk menjalani kehidupan kita sehari-hari. Bercermin pada St. Yoseph kita mungkin dapat mengatakan bahwa dalam hidupnya, dia ingin “menyerupai” Maria. Dia melihat bagaimana  Maria mencintai Yesus dan kemudian belajar untuk merawat anak itu sebagai ayah sejati. Yusuf, yang dalam nadinya mengalir darah bangsawan, dengan rendah hati belajar dari Maria tentang bagaimana lebih mencintai Yesus. Kita juga, menyampaikan doa ini kepada Maria: “Engkau yang oleh Kuasa Ilahi memiliki tempat khusus di surga, engkau yang murni dalam segala hal, engkau yang dengan bebas mengatakan fiat voluntas tua ketika menerima kabar Gembira dari malaikat Gabriel, dampingi dan jadilah perantara pada Putra-Mu yang baik sehingga selalu ada orang muda yang ingin mempersembahkan diri mereka secara total kepada Yesus sang Juruselamat melalui perantaraan doamu.”

Karisma kita mengatakan:

“Mari kita memperbarui diri kita terutama dalam devosi kepada Perawan yang maha suci dan menjadikan diri kita layak menjadi seorang Oblat Maria Tak Bernoda. Ini adalah sebuah paspor ke surga! Bagaimana kita tidak memikirkannya lebih awal? Mengakui nama Maria akan menjadi sebuah penghiburan mulia bagi kita karena kita dikuduskan kepadanya secara khusus dan karena diizinkan menyandang namanya. Oblat Maria! Nama yang indah di telinga dan hati. Saya harus mengakui kepada kamu bahwa saya cukup terkejut, ketika diputuskan agar nama yang digunakan adalah sebuah nama yang tidak terlalu saya perhitungkan, menjadi sangat tahan, pada sebuah perasaan sedikit senang. Sekarang saya dapat melihat alasan dibalik itu, kita telah lalai memperhatikan relasi kita dengan Ibu kita, Ratu kita, dia yang melindungi kita dan yang telah menyediakan begitu banyak rahmat yang telah menjadi perantara bagi kita karena kehadiran Sang Putra Ilahi. Mari kita bersukacita dan menyandang namanya dengan bangga.

Marilah kita berdoa agar dengan mengikuti teladan St. Yosef yang memandang Maria, mempercayakan diri kita padanya, sebuah model bagi kita untuk mencintai Yesus dan sesama.

Allah Bapa Yang Maha Kuasa,

Kami datang kepada-Mu

karena Yesus meminta kami untuk berdoa

agar Engkau mengirim pekerja-pekerja ke lading-Mu.

Maka kami mohon ya Bapa,

Kirimkanlah kepada kami

Pemuda-pemuda yang murah hati,

yang mempunyai kecintaan mendalam kepada Yesus,

yang bersedia untuk mempersembahkan seluruh hidupnya kepada-Mu,

untuk menjadi dekat dengan kaum yang paling miskin dan terlantar,

demi pewartaan Kabar Gembira.

Semoga mereka dikobarkan oleh api semangat yang sama

Seperti yang Engkau nyalakan dalam diri Santo Eugenius

Semoga mereka menjadi bagian dari keluarga para Oblat untuk bersama-sama meneruskan karya keselamatanMu.

Bunda Maria Imakulata

Yang pertama kali memberikan Yesus bagi dunia

Hadirlah bersama kami di saat kami berdoa. Amin

Terjemahan oleh Fr. Henrikus Prasojo, OMI