Bunda Maria dari Pontmain

Oleh: R. Bintang Taruna, OMI

Ilustrasi Penampakan Bunda Maria di Pontmain

Bunda Maria di Pontmain (Perancis) dikenal sebagai Bunda Pemberi Harapan karena menampakan diri pada saat kemelut perang antara Perancis dan Prusia tahun 1870 – 1871. Penampakan di Pontmain adalah tanda bagi dunia bahwa umat beriman yang memiliki pengabdian khusus kepada Maria, akan dilindungi selama masa kesusahan.  Peristiwa ini juga menjadi kesaksian kekuatan doa di antara perang Perancis dan Prusia.  Paris di kepung dan dibombardir setiap hari, Kaisar Napoleon dipenjarakan oleh Prusia. Di sebelah barat Paris ada kota Laval yang diambang kehancuran. Pontmain adalah sebuah desa di wilayah ibu kota Laval, salah satu dari sedikit tempat di mana penduduk lokal mempraktikan iman dan menunjukan pengabdian besar kepada Perawan Maria. 28 orang dari Pontmain telah diwajibkan menjadi tentara Perancis, di antaranya adalah Auguste Bardebette, saudara Eugene Bardebette dan Joseph.

Pada suatu malam, Eugene Barbedette melangkah keluar dan melihat wanita cantik berusia sekitar 18 tahun di atas rumah di seberang mereka. Wanita itu mengenakan jubah biru tua, bertabur bintang, sebuah mahkota dikepalanya, dan salib merah di tangannya. Eugene memanggil kawanannya, tetapi ketika mereka keluar, hanya Joseph (adikknya) yang bisa melihat Bunda di langit. Ada tiga bintang terang di sekitar mahkota wanita itu, dan bisa dilihat oleh orang dewasa.  Ibu mereka tidak percaya atas penglihatan mereka, tetapi dua anak yang datang berikutnya yaitu Françoise Richer dan Jeanne-Marie Lebosse bisa melihat wanita itu. Seorang suster bernama Marie yang sedang bersama mereka memanggil satu orang lagi yang bernama Eugene Freiteau. Freiteau juga melihat penampakan Bunda Maria.

Saat Suster Marie memimpin kerumunan dalam doa, penampakan itu mengalami lima perubahan. Tahap pertama adalah keadaan tidak bergerak awal, yang berlangsung selama dua jam. Tahap kedua dimulai ketika Suster Marie memulai Rosario. Salib merah kecil muncul di depan hatinya dan bingkai oval biru dengan empat lilin muncul di sekelilingnya, sementara bintang di jubahnya tampak bertambah. Fase ketiga terjadi ketika Suster memulai doa Magnificat, Bunda Maria mengangkat tangannya sebagai tanda perlindungan. Sebuah gulungan putih muncul di bawah kaki Bunda Maria dan kata-kata emas mulai terbentuk di atasnya tertulis, “Berdoalah anak-anakku.”

Pada fase keempat, salib lebih besar muncul di tangannya dan sebuah spanduk dengan nama Kristus tergantung di situ. Kalimat lain muncul di gulungan itu: “Tuhan akan segera mengabulkan permintaanmu.” Fase terakhir, kalimat ketiga muncul di gulungan, “Puteraku mengizinkan Diri-Nya dipindahkan.” Gambar Kristus muncul di kayu salib dan kemudian salib itu lenyap. Lilin dalam bingkai oval di terangi oleh bintang, dan ketika Bunda menurunkan tangannya, dua salib putih muncul dipundaknya. Ketika pastor paroki memulai doanya, kerudung putih terangkat dari bawah kakinya dan menutupi dia sampai di menghilang.

Hebatnya, tepat pada saat penampakan (sekitar jam 17.30), Prusia yang menang menghentikan gerak maju mereka. Sejarahwan tidak memiliki penjelasan yang memadahi untuk keputusan tersebut, tetapi dilaporkan bahwa beberapa tentara Prusia mengaku telah melihat gambaran wanita tersebut di langit. Komandan Prusia, Jendral Schmidt mengatakan, “Kita tidak bisa melangkah lebih jauh. Di sana, kearah Britany, ada Madonna tak terlihat menghalangi jalan.” Perjanjian damai antara Prusia dan Perancis ditandatangani sebelas hari kemudian. Semua prajurit yang berasal dari Pontmain kembali tanpa cedera. Para peziarah datang ke Pontmain untuk berdoa sehari setelah penampakan. Februari 1875, Uskup Wicart dari Laval menyatakan, “Kami memahami bahwa Maria Tak Bernoda, Bunda Allah, benar-benar menampakan diri tanggal 17 Januari 1871 kepada Eugene Bardebette, Joseph Bardebette, Françoise Richer, dan Jeanne-Marie Lebosse, di desa Pontmain.”

Penampakan tersebut diselidiki secara kanonik pada bulan Maret 1871. Bulan Mei, Uskup setempat mewawancarai anak-anak yang melihat penampakan tersebut. Penyelidikan terus berlangsung hingga akhir tahun dengan pertanyaan lebih mendalam dari para teolog dan medis. Uskup merasakan investigasi cukup memadahi sehingga pada Februari 1872 dinyatakan kebenaran bahwa Perawan Maria menampakan diri kepada anak-anak.

Joseph Barbadette bergabung ke Kongregasi Oblat Maria Imakulata dan menjadi imam, sementara saudaranya Eugene Barbadette menjadi imam keuskupan, dan Jeanne-Marie Lebossé menjadi seorang suster. Basilika di Pontmain dibangun dan diberkati tahun 1900 untuk menghormati peran Bunda Maria.

Mengapa Penampakan?

Magnificat adalah salah satu bentuk pujian kepada Bunda Maria yang mempunyai kualitas unggul, yang memungkinkan dirinya selalu ada dan hadir bagi kita. Penampakan adalah bentuk perhatian Allah yang ingin menyelamatkan umat manusia. Penampakan menunjukan harapan Maria agar semua umat manusia seharusnya mencintai, mengasihi Puteranya. Bunda Maria ingin membawa Yesus ke seluruh penjuru dunia, kepada manusia. Begitu juga sebaliknya, Bunda Maria ingin membawa manusia kepada Yesus.

Bunda Maria tidak bertindak untuk dirinya sendiri. Saat perkawinan di Kana, dia tidak mengatakan, “Tenanglah, serahkan itu semua padaku, aku akan mengurusnya”, tetapi dia berkomunikasi dengan Puteranya secara pribadi dan mengatakan kepada kita, “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” (Yoh. 2:5). Bunda Maria selalu mengarahkan ktia kepada Yesus, dia tidak pernah mengunggulkan dirinya sendiri. Penampakan dapat menjadi pengalaman spiritual dari seseorang dan sejarah, yang kemudian berlalu begitu saja. Makna yang selalu digemakan oleh Bunda Maria dalam setiap penampakan adalah, “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”

Bunda Maria saat penampakan di Pontmain menunjukan pesan utama, “Berdoalah anak-anakku, Tuhan akan menjawab doamu. Puteraku ingin mendengarkanmu.” Pontmain adalah komunitas yang terisolir, yang menentang bentuk perubahan revolusioner dari pusat pemerintahan. Konsekuensinya, penduduk di Pontmain terpinggirkan dari identitas Perancis selama beberapa periode karena menolak perubahan. Kemudian, Pontmain dianggap sebagai pelindung Perancis melalui devosi kepada Maria.

Daftar Pustaka

Erin Meikle, 2019, An Exploration of The Context and Ecclesiastical Investigations of The Virgin`s Reported Appearance in Knock, Ireland in 1879, Spring: Master`s Thesis, Duquesne University, tersedia di https://dsc.duq.edu/etd/1769.

Rizzoli Libri, S.p.A., 2018, Ave Maria : The Mystery of a Most Beloved Prayer, New York: Crown Publishing Group. 

Nairn Galvin, 1970, Chronicle: Pontmain and Marian Apparations, Journal Marian Library Studies Vol.2 Art. 9, hal. 95-98, tersedia di http://ecommons.udayton.edu/ml_studies/vol2/iss1/9