Oleh: Christian Owen dan Diaz Reski Putra (Yuniores KPP di Seminari Menengah Yuniorat OMI Beato Mario Borzaga, Cilacap)

Adorasi adalah suatu tanda devosi dan penyembahan terhadap Yesus Kristus, yang dipercaya oleh umat Katolik sebagai Tubuh, Darah, Jiwa, dan Keilahian-Nya yang hadir dalam rupa hosti yang telah dikonsekrasi. Di Yuniorat OMI, adorasi biasanya dilakukan setiap hari Jumat sore dengan di pimpin oleh Rm. Wahyu, OMI sebagai pembimbing kami. Dari adorasi ini, kami sebagai yuniores diajak untuk bermeditasi dan berdoa di depan Sakramen Maha Kudus yang di iringi dengan musik  instrumental selama 15-20 menit. Setelah itu, kami melanjutkan pemberkatan atau penghormatan terhadap Sakramen Maha Kudus yang menandakan bahwa kami sungguh-sungguh menghayati hidup rohani, terutama hidup doa terhadap sakramen Maha Kudus yang sudah dikonsekrasi. Penghayatan tersebut dapat membuat kami semakin tahu bahwa betapa pentingnya hidup doa, apalagi sebagai calon imam atau bruder OMI, dimana tidak akan lepas dengan namanya hidup doa dan penghayatan pada Sakramen Maha Kudus. Maka dari itu, kami Yuniores Owen dan Diaz ingin memberi refleksi bagaimana kami dapat sungguh-sungguh menghayati sakramen maha kudus.

Refleksi Owen

Bagi saya sendiri, adorasi seperti kita berdoa didepan Sakramen Maha Kudus, setelah selesai beradorasi, tidak ada yang dilakukan lagi. Tetapi saya tersadar, bahwa adorasi itu dimana saya secara khusus punya penghayatan yang dilakukan dengan berdoa dan bermeditasi di depan Sakramen Maha Kudus. Saya pun merasakan buah-buah yang menambah motivasi dan semangat saya sebagai calon bruder OMI, di mana saya harus bisa menghayati yang namanya hidup doa, karena saya juga merasakan doa itu membawa saya untuk berkembang menjadi pribadi yang memiliki karakter yang integral serta visi, misi, dan tujuan yang jelas untuk masa depan gereja yang nantinya saya akan hidupi.

Refleksi Diaz

Penghayatan saya selama mengikuti adorasi atau salve di Yuniorat ini, saya merasakan bahwa Tuhan sungguh hadir dalam adorasi ini melalui Sakramen Maha Kudus yang di letakkan di atas altar. Dengan adorasi ini, saya dituntun untuk lebih dekat secara khusus kepada Tuhan yang rela mati demi keselamatan umat manusia. Sehingga, saya pun merasakan adanya penguatan terhadap iman akan Yesus Kristus di dalam hidup saya.