25 THN KANONISASI ST. EUGENIUS DE MAZENOD

St. Eugenius de Mazenod, Bapa Pendiri Kongregasi Misionaris OMI

03 Desember 1995, sebuah hari yang bersejarah bagi Kongregasi OMI yaitu hari di mana Mgr. Eugenius de Mazenod-Pendiri Kongregasi OMI-Uskup Marseilles, diangkat sebagai salah satu orang kudus Gereja oleh Paus St. Yohanes Paulus II. Pada tanggal 3 Desember 2020, Kongregasi OMI merayakan 25 tahun bapa pendiri diangkat menjadi Santo bagi Gereja Katolik. 

Ibadat TAIZE dalam Upacara Vigili oleh para Seminaris

Untuk merayakan perayaan penuh syukur ini, komunitas Yuniorat mempersiapkan dengan sungguh baik mulai dari liturginya maupun acara sesudah liturgi. Pada tanggal 2 Desember 1995 Komunitas mengadakan ibadat Vigili. Ibadat vigili ini dikemas dalam bentuk doa taize dilengkapi dengan bahan doa yang telah disiapkan oleh generalat OMI. Ibadat Taize juga dimeriahkan dengan koor dan juga pemain musik yang sudah berlatih sejak satu bulan sebelumnya. 

Pada tanggal 3 Desember, sebelum perayaan Ekaristi, komunitas kami mendengarkan sharing pengalaman dua imam Oblat yang ikut dalam perayaan Kanonisasi St. Eugenius de Mazenod di Roma yaitu Rm. Niko Ola, OMI dan Rm. Niko Setija, OMI. Kedua oblat tersebut membagikan pengalaman syukur bisa hadir bersama keluarga besar Oblat dari seluruh dunia. Setelah sedikit sharing, acara dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi. Perarakan para imam dan petugas liturgi lainnya diiringi dengan tarian dari suku Dayak. Lantunan lagu liturgi dari kelompok Borzaga Choir menambah meriah Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh enam orang imam ini. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Rukmono OMI, dengan konselebran Rm. Wahyu OMI, Rm. Petrus OMI, Rm. Carolus OMI, Rm. Niko Ola OMI, dan Rm. Niko Setija OMI yang pada hari itu juga membawakan homily. 

Memperdalam hidup rohani setiap saat, panggilan setiap murid Yesus

Sungguh perayaan syukur yang meriah. Tak lupa komunitas membawa di dalam doa, segenap umat yang tidak bisa merayakan Ekaristi secara offline karena adanya PSBB pandemi. Semoga Pandemi segera berakhir sehingga Perayaan Ekaristi bisa dihadiri oleh banyak umat lainnya.

Dalam Yesus Kristus dan Maria Imakulata

Fr. Henrikus Prasojo, OMI